BRIN Kembangkan Reaktor PeLUIt-40 Produksi Listrik Hidrogen Bersih
- 30 Okt 2025 12:37 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan desain reaktor daya generasi keempat bernama PeLUIt-40 atau Pembangkit Listrik dan Uap Panas untuk Industri. Reaktor berkapasitas 30 MWth ini dirancang untuk menghasilkan listrik sebesar 10 MWe sekaligus memproduksi hidrogen bersih bagi kebutuhan industri nasional.
Peneliti Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir BRIN, Muhammad Subhan, menjelaskan PeLUIt-40 merupakan kelanjutan dari proyek Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang dikembangkan pada 2016–2019. “Kalau RDE dulu kapasitasnya 10 MWth, PeLUIt-40 ini kami tingkatkan menjadi 30 MWth agar lebih layak secara ekonomi,” ujarnya dalam wawancara di ajang Indonesia Research and Innovation Expo (InaRI Expo 2025), JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/10).
Dengan peningkatan daya tersebut, PeLUIt-40 mampu menghasilkan hidrogen bersih hingga 1,78 kiloton per tahun menggunakan teknologi solid oxide electrolysis cell (SOEC). “Output-nya uap panas. Dari uap panas inilah bisa dihasilkan hidrogen, sehingga benar-benar energi bersih,” jelasnya.
PeLUIt-40 mengadaptasi teknologi High Temperature Gas-cooled Reactor (HTGR) generasi keempat dengan pendingin helium dan bahan bakar berbentuk bola TRISO berlapis tiga. Reaktor ini mampu menghasilkan panas hingga 800 derajat celsius yang digunakan untuk memutar turbin pembangkit listrik dan mendukung proses industri.
“Dengan sistem kogenerasi, satu reaktor dapat menghasilkan listrik dan uap panas industri sekaligus, termasuk untuk produksi hidrogen,” tambah Subhan.
Dalam pengembangannya, BRIN bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Tsinghua University, Tiongkok, yang telah berpengalaman mengembangkan reaktor prototipe HTR-10 dan versi komersial HTR-PM.
Saat ini pengembangan PeLUIt-40 telah mencapai tahap basic design, yang nantinya akan dilanjutkan ke detail engineering design (DED) sebelum tahap konstruksi. BRIN juga tengah menyiapkan dokumen design approval untuk diajukan kepada BAPETEN sebagai lembaga pengawas ketenaganukliran.
PeLUIt-40 dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik dan panas industri di berbagai wilayah. Dengan fitur keselamatan tinggi dan daya menengah, reaktor ini dapat dibangun dekat kawasan industri untuk menyuplai energi panas atau hidrogen langsung ke pengguna.
Selain PeLUIt-40, BRIN juga mengembangkan Micro PeLUIt, reaktor mini berdaya 5–10 MWth yang bersifat portable untuk mendukung dedieselisasi di daerah terpencil. “Kalau PeLUIt-40 sifatnya land-based, maka mikroreaktor ini bisa diangkut dengan truk trailer atau kapal laut ke pulau-pulau kecil,” terangnya.
Subhan menegaskan bahwa kesiapan Indonesia dalam pengembangan PLTN sudah cukup matang. Dari 19 infrastruktur yang dinilai Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), hampir seluruhnya telah siap, termasuk SDM, regulasi, dan fasilitas. “PeLUIt-40 menjadi langkah nyata menuju PLTN pertama di Indonesia. Ini bukti bahwa kita mampu menguasai teknologi reaktor daya sendiri,” tutupnya.
(Fika Hamzah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....