Asal Usul Emas Terungkap, dari Bumi dan Kosmik
- 20 Okt 2025 23:46 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Penelitian geologi terbaru mengungkap bahwa logam mulia emas (Au) yang banyak ditemukan di kerak Bumi ternyata memiliki asal usul jauh lebih kompleks dari yang selama ini diperkirakan. Proses pembentukannya melibatkan aktivitas di dalam mantel Bumi hingga fenomena kosmik ekstrem di ruang angkasa.
Dilansir dari jurnal Minerals yang diterbitkan MDPI (2019), partikel emas ditemukan terbentuk di kedalaman sekitar 70 kilometer di bawah permukaan Bumi. Fluida hidrotermal yang kaya logam naik melalui celah kerak, membawa partikel emas yang kemudian mengendap di zona patahan aktif dan batuan metamorf.
/6ulsv71dcsojczz.jpeg)
Penelitian lain oleh United States Geological Survey (USGS) juga menunjukkan bahwa endapan emas jenis orogenic gold terbentuk secara episodik selama lebih dari 3 miliar tahun, terkait dengan proses deformasi kerak dan aktivitas intrusi magma. Artinya, pembentukan emas memerlukan waktu geologis yang sangat panjang dan tidak terjadi secara instan.

Sementara itu, penelitian astronomi yang dipublikasikan di Science Advances (2021) menjelaskan bahwa sebagian besar unsur logam berat seperti emas, platinum, dan uranium berasal dari tabrakan bintang neutron serta ledakan supernova. Peristiwa kosmik besar ini menghasilkan reaksi nukleosintesis cepat (r-process) yang menciptakan atom-atom emas di alam semesta.
Temuan Penting:
1. Sumber dari dalam Bumi: Emas berasal dari fluida magma di mantel yang naik ke kerak Bumi melalui celah vulkanik.
2. Asal kosmik: Sebagian unsur emas tercipta miliaran tahun lalu dalam ledakan bintang.
3. Implikasi ilmiah: Temuan ini membantu memperluas strategi eksplorasi mineral dan pemetaan geologi dalam industri tambang.
4. Para ilmuwan menilai, memahami asal usul emas bukan hanya penting untuk sains, tetapi juga untuk strategi keberlanjutan pertambangan di masa depan.
Kesimpulannya, emas yang kini menghiasi perhiasan atau disimpan sebagai aset berharga adalah hasil dari perjalanan panjang—dari ledakan bintang di langit purba hingga proses geologis dalam perut Bumi.
(Fika Hamzah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....