Teleskop Radio Ungkap Rahasia Alam Semesta Melalui Gelombang

  • 20 Okt 2025 23:24 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Dalam dunia astronomi modern, teleskop bukan hanya alat berbentuk tabung dengan cermin besar seperti yang umum dikenal masyarakat. Ada jenis teleskop lain yang justru membuka jendela baru untuk memahami alam semesta — yaitu teleskop radio.

Teleskop radio bekerja dengan menangkap gelombang radio yang dipancarkan oleh berbagai objek langit, seperti bintang, galaksi, nebula, hingga lubang hitam. Berbeda dengan teleskop optik yang mengandalkan cahaya tampak, teleskop radio mendeteksi panjang gelombang yang jauh lebih rendah. Hal ini memungkinkan ilmuwan “melihat” sisi alam semesta yang tak kasatmata.

Menurut penjelasan peneliti BRIN, Ibnu Nurul Huda, teleskop radio memiliki bentuk seperti piring parabola berukuran besar. Alat ini menangkap sinyal dari luar angkasa melalui antena, kemudian sinyal tersebut diolah oleh komputer menjadi citra atau gambar. “Di teleskop radio, ada proses pengolahan sinyal yang menghasilkan gambar yang cukup mirip seperti pada teleskop optik,” ungkapnya.

Keunggulan utama teleskop radio adalah kemampuannya menembus batas yang tidak bisa dilakukan teleskop optik. Gelombang radio dapat menembus atmosfer Bumi, bahkan tetap bisa digunakan saat cuaca mendung atau siang hari.

“Gelombang radio tidak terhalang oleh atmosfer seperti sinar gamma, sinar-X, atau ultraviolet. Karena itu, teleskop radio bisa digunakan untuk observasi 24 jam tanpa terpengaruh kondisi cuaca,” jelas Ibnu.

Selain itu, teleskop radio membantu ilmuwan mengamati fenomena unik di luar angkasa — seperti aktivitas di sekitar lubang hitam, ledakan supernova, atau pembentukan bintang baru — yang tidak terlihat dalam spektrum cahaya tampak.

Dengan kemampuan luar biasa ini, teleskop radio menjadi salah satu instrumen penting dalam riset antariksa dan eksplorasi ilmiah. Melalui “mata” radio ini, manusia dapat menyingkap lebih banyak rahasia tentang struktur dan dinamika alam semesta yang selama ini tersembunyi di balik gelombang tak terlihat.

(Fika Hamzah)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....