Misteri Pusaran Merah Abadi di Planet Jupiter
- 20 Okt 2025 22:42 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Pusaran merah di Planet Jupiter atau yang dikenal sebagai Great Red Spot (GRS) masih menjadi salah satu misteri terbesar di tata surya. Fenomena ini merupakan badai raksasa yang telah berputar tanpa henti selama lebih dari 350 tahun, sejak pertama kali diamati pada tahun 1600-an.
Dilansir dari Instagram @spacetronomi, badai tersebut berukuran luar biasa besar, bahkan mampu menelan satu planet Bumi di dalamnya. Angin di dalam pusaran merah berembus dengan kecepatan lebih dari 400 kilometer per jam. Karena Jupiter tidak memiliki permukaan padat seperti Bumi, badai ini tidak pernah berhenti berputar karena tidak “menabrak daratan.”
Warna merah khas badai ini masih menjadi teka-teki ilmiah. Beberapa teori menyebutkan warna tersebut muncul akibat reaksi kimia antara gas amonia, sulfur, dan fosfor di atmosfer yang bereaksi dengan cahaya Matahari. Ada pula dugaan bahwa warna merah berasal dari senyawa organik kompleks yang terbentuk karena radiasi, atau perubahan kondisi atmosfer yang membuat warnanya berganti antara merah, oranye, hingga kecoklatan.
Data terbaru dari wahana Juno NASA menunjukkan bahwa ukuran Great Red Spot semakin mengecil dari waktu ke waktu. Jika pada abad ke-19 diameternya mencapai 40.000 kilometer, kini hanya sekitar 16.000 kilometer, namun masih cukup besar untuk menelan satu Bumi utuh. Meski begitu, ilmuwan belum dapat memastikan apakah badai ini akan benar-benar menghilang atau justru berubah menjadi badai baru yang lebih kecil dan kuat.
Fenomena Great Red Spot menjadi pengingat betapa luas dan misteriusnya alam semesta, menyimpan rahasia yang terus memancing rasa ingin tahu manusia.
(Fika Hamzah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....