Fenomena Relativitas Waktu Interstellar Terbukti Ilmiah dan Nyata

  • 15 Okt 2025 09:29 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Konsep perjalanan waktu yang diperlihatkan dalam film Interstellar ternyata bukan sekadar fiksi ilmiah. Fenomena “relativitas waktu” yang menjadi dasar cerita film tersebut benar-benar ada dan telah terbukti secara ilmiah melalui teori relativitas Albert Einstein.

Relativitas waktu menjelaskan bahwa waktu tidak mengalir sama untuk semua orang. Dua faktor utama yang memengaruhinya adalah kecepatan dan gravitasi. Semakin cepat seseorang bergerak, atau semakin besar gravitasi di suatu tempat, maka waktu akan berjalan lebih lambat bagi orang tersebut dibandingkan dengan pengamat di lokasi lain.

Salah satu bukti nyatanya dapat ditemukan pada sistem Global Positioning System (GPS). Satelit GPS yang berada jauh dari permukaan Bumi mengalami waktu yang sedikit lebih cepat karena pengaruh gravitasi yang lebih lemah. Tanpa koreksi relativistik, data posisi GPS dapat meleset beberapa kilometer.

Fenomena serupa juga terjadi pada astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Karena berada di orbit dengan gravitasi lebih kecil dan bergerak cepat mengelilingi Bumi, waktu bagi mereka berjalan sedikit lebih lambat. Selisihnya memang hanya beberapa milidetik, namun cukup untuk membuktikan kebenaran teori Einstein.

Dalam skala ekstrem, efek tersebut terjadi di sekitar lubang hitam (black hole) — objek dengan gravitasi luar biasa besar. Di wilayah ini, waktu dapat melambat drastis. Konsep inilah yang diangkat dalam film Interstellar, ketika satu jam di dekat lubang hitam setara dengan tujuh tahun di Bumi.

Meski perbandingan waktu dalam film dibuat lebih dramatis untuk kepentingan sinematik, para ilmuwan memastikan bahwa prinsip ilmiahnya benar. Salah satunya dijelaskan oleh fisikawan pemenang Nobel, Kip Thorne, dalam bukunya The Science of Interstellar.

“Efek dilatasi waktu di dekat lubang hitam memang nyata, meski kita belum punya teknologi untuk membuktikannya secara langsung,” tulis Thorne dalam penelitiannya.

Penemuan ini semakin menegaskan bahwa relativitas waktu bukan sekadar konsep teoritis, melainkan fakta alam semesta yang berperan penting dalam memahami ruang, waktu, dan gravitasi.

(Fika Hamzah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....