Dampak Doomscrolling: Konsumsi Berita Negatif Ancam Kesehatan Mental
- 13 Jul 2025 13:45 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Di tengah era digital yang serba cepat, kebiasaan menggulir media sosial atau situs berita tanpa henti, terutama untuk mencari informasi negatif, semakin marak terjadi. Fenomena ini dikenal dengan istilah doomscrolling, dan para ahli memperingatkan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan fisik.
Menurut laman resmi polri.go.id doomscrolling dikaitkan erat dengan peningkatan perasaan cemas, putus asa, tidak percaya, hingga rasa curiga terhadap orang lain. Meski banyak orang awalnya hanya ingin mengikuti perkembangan berita, paparan informasi negatif secara terus-menerus justru dapat memperburuk kondisi psikologis. Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus menggulir layar ponsel atau perangkat lain untuk mengonsumsi informasi negatif, seperti krisis, bencana, atau berita buruk lainnya.
Algoritma media sosial pun disebut memperparah situasi, karena dirancang untuk menampilkan konten yang memicu reaksi emosional, sehingga pengguna sulit berhenti dan terus terdorong untuk mengakses informasi serupa. Kebiasaan ini tak hanya menimbulkan stres, tetapi juga bisa berdampak pada kualitas tidur, suasana hati, dan memicu isolasi sosial.
Paparan berita negatif yang berlebihan juga dapat menimbulkan trauma vikarius kondisi di mana seseorang merasa seolah-olah turut mengalami trauma yang sama dengan korban dalam berita. Individu dengan kondisi tertentu, seperti tingkat neurotisisme tinggi, gangguan kecemasan, atau OCD (obsessive-compulsive disorder), lebih rentan terhadap efek buruk doomscrolling.
Kondisi ini turut memengaruhi persepsi seseorang terhadap kehidupan. Rasa takut kehilangan kendali, kesepian, hingga keraguan terhadap keadilan dunia menjadi dampak psikologis yang nyata. Doomscrolling menantang asumsi dasar kita tentang kebajikan dan stabilitas hidup.
Selain memperburuk depresi, doomscrolling juga menciptakan siklus berulang di mana individu yang merasa tertekan justru semakin mencari informasi yang mengonfirmasi perasaan negatif mereka. Hal ini tentu bisa memperparah kondisi kesehatan mental secara keseluruhan.
Untuk menghindari efek negatif dari doomscrolling, para psikolog menyarankan agar masyarakat membatasi konsumsi berita dan menjaga jarak emosional dari konten negatif. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain:
Mengambil jeda dari media sosial secara berkala
Mengonsumsi berita dari sumber yang kredibel dan objektif
Menghindari akun atau portal yang menyajikan informasi sensasional
Melakukan aktivitas yang menyehatkan seperti olahraga, meditasi, atau berkumpul bersama orang terdekat
Doomscrolling memang terlihat seperti aktivitas biasa, namun jika dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa merusak stabilitas mental dan fisik. Oleh karena itu, kesadaran diri serta pengelolaan konsumsi informasi yang sehat menjadi kunci untuk menjaga kesejahteraan di era digital saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....