Bikin Konten, Galaxy S25 Series Dilengkapi Audio Eraser

  • 29 Mei 2025 17:06 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Pernah merekam video musik jalanan, tapi yang terdengar justru suara klakson? Atau bikin konten di kafe, tapi suara sekitarnya mengaburkan percakapanmu? Kini, masalah semacam ini bisa ditinggalkan berkat kehadiran fitur Audio Eraser di Galaxy S25 Series.

Fitur pintar ini dirancang untuk menyaring dan menonjolkan suara utama dalam video, seperti ucapan atau musik, sambil mengurangi gangguan latar seperti angin, lalu lintas, atau keramaian. Ini bukan sekadar fitur edit suara biasa Audio Eraser memanfaatkan teknologi AI canggih berbasis deteksi dan pemisahan sumber suara untuk mengolah audio secara real-time langsung dari perangkat.

Kecerdasan Buatan yang Tahu Mana yang Penting Didengar

Audio Eraser bukan hanya mengenali suara manusia, tapi juga membedakan antara musik, suara angin, alam, kebisingan kota, dan lainnya. Saat kamu merekam video, fitur ini memindai dan mengelompokkan setiap elemen suara, lalu menyajikan hasil akhir yang lebih jernih dan fokus.

Teknologi ini lahir dari kolaborasi intensif antara Samsung Research dan divisi Mobile eXperience (MX) Business. Tim peneliti AI mereka bahkan melakukan rekaman lapangan demi menangkap variasi suara asli untuk membangun dataset pelatihan model yang lebih autentik.

“Suara angin adalah salah satu tantangan terberat kami. Kami sampai harus merekam secara manual di luar ruangan, kapan pun angin kencang bertiup bahkan di luar jam kerja,” kata Hejung Yang, dari AI Solution Team, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/5/2025).

Diuji Ketat untuk Kualitas Maksimal

Setiap pekan, tim menganalisis ribuan klip audio dari berbagai situasi untuk menyempurnakan pemisahan suara. Hasilnya, fitur Audio Eraser sukses menjadi salah satu fitur favorit pengguna menempati posisi kedua dalam survei internal Samsung dengan 51% responden memilihnya sebagai fitur paling menarik.

Dan yang paling istimewa: semua proses ini berlangsung langsung di perangkat (on-device AI). Artinya, pengguna bisa mengedit suara tanpa perlu koneksi internet dan tetap menjaga privasi data.

Bukan Cuma di Ponsel, Tapi ke Earbud Juga

Tak hanya di lini smartphone, pendekatan inovatif Samsung dalam pemrosesan audio juga merambah ke perangkat lain seperti Galaxy Buds3 Series, yang mengusung teknologi Adaptive ANC (Active Noise Cancellation).

Berbeda dari ANC konvensional, teknologi ini menyesuaikan performanya berdasarkan bentuk telinga pengguna dan bagaimana earbud dipakai. Ini memungkinkan peredaman kebisingan tetap optimal, bahkan setelah dipakai berjam-jam.

Kolaborasi erat antara tim hardware dan software menjadi kunci kesuksesan. “Kami merancang algoritma fleksibel agar teknologi ini bisa diadaptasi untuk berbagai kondisi perangkat,” kata Kyoungbo Min dari tim pengembangan.

Lebih Personal dan Kontekstual

Samsung tak berhenti di sini. Dengan fondasi kuat pada pemisahan suara berbasis AI, mereka siap memperluas penerapan Audio Eraser ke berbagai aplikasi lain: mulai dari kontrol suara pintar, peningkatan aksesibilitas audio, hingga pengalaman multimedia yang lebih kontekstual dan personal.

“Tujuan kami adalah memberikan kendali penuh kepada pengguna atas pengalaman mendengar mereka,” ujar Hoonyoung Cho, VP Samsung Research. “Lewat Galaxy AI, kami ingin menjadikan teknologi terasa lebih manusiawi, intuitif, dan berguna di kehidupan sehari-hari.”

Dengan hadirnya Audio Eraser, Samsung sekali lagi membuktikan bahwa teknologi bukan hanya soal kecanggihan, tapi juga soal mendengarkan kebutuhan penggunanya secara harfiah dan harfiah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....