Peluang dan Tantangan Literasi Digital di Era Modern

  • 09 Mei 2025 10:35 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Internet telah mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi. Akan tetapi, dengan informasi yang begitu melimpah, kita perlu memiliki kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang benar dan relevan. Oleh karena itu, literasi digital hadir sebagai panduan untuk menavigasi dunia maya dengan cerdas dan bertanggung jawab.

Apa itu literasi digital?

Menurut UNESCO, literasi digital adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi digital secara percaya diri dan kritis dalam berbagai aspek kehidupan. Ini mencakup kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, menyimpan, membuat, menyajikan, dan berbagi informasi, serta berkomunikasi dan berkolaborasi melalui internet.

Secara sederhana, literasi digital adalah kemampuan seseorang untuk melek teknologi dan memanfaatkannya secara positif. Menjadikan teknologi digital serta informasi dari berbagai sumber digital secara efektif dan efisien.

Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan teknologi digital, tetapi juga pemahaman dan penerapan yang bertanggung jawab serta kritis dalam memanfaatkannya di berbagai aspek kehidupan.

Dalam program Magota Bacirita, program live yang disiarkan RRI Manado Pro 4 dan siaran bersama RRI Gorontalo Pro 4, RRI Tahuna Pro 1, dan RRI Talaud Pro 1 (Kamis, 8/5), mengangkat tema "Tantangan dan Peluang Literasi Digital di Era Modern", menghadirkan narasumber Mahasiswa Semester 6 FISIP Universitas Sam Ratulangi Manado, Daniel L. Conggresco. Menurutnya, teknologi sekarang ini sudah semakin maju dan sangat memudahkan siapapun untuk mengakses informasi yang dibutuhkan, namun sebaiknya seseorang memahami terlebih dahulu tentang literasi digital agar penggunaan internet baik untuk ber-medsos maupun mencari informasi akurat bisa secara tepat, efisien, dan tepat sasaran.

"Media sosial dan browsing informasi sekarang sangat mudah. Dengan adanya literasi digital, pengguna internet akan memilih untuk menggunakan internet atau teknologi digital dengan bertanggung jawab sehingga bisa mempermudah segala macam aktivitas di berbagai aspek kehidupan," kata Daniel.

Mahasiswa Semester 6 Fisip Unsrat yang juga sementara menjalankan kegiatan magang di RRI Manado, mengatakan bahwa bicara tentang teknologi digital, tentu ada dua sisi yang saling bertolak belakang, yaitu adanya peluang tapi ada juga tantangan. Ada dampak baiknya, tapi dampak buruknya juga jangan disepelekan.

Tentunya selain peluang yang bisa didapatkan dari teknologi digital, seperti usaha UMKM yang kini tidak butuh lagi membangun gedung (kios), angkutan online atau belanja online yang makin mempermudah aktivitas dan mobilitas, ruang pertemuan yang kini tidak lagi harus berkumpul di satu titik, dsb., ada juga tantangan yang harus dihadapi dengan bijak. Antara lain, kesenjangan akses (ketersediaan infrastruktur), disinformasi, arus informasi yang tidak terkendali, konten negatif, dan ancaman siber. Di balik kemudahan dan manfaatnya yang begitu besar, literasi digital juga menghadapi tantangan yang signifikan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang sekarang mengalami perubahan nomenklatur jadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) -- di era Prabowo-Gibran -- mengidentifikasi empat pilar literasi digital, yaitu: kecakapan digital (digital skills), budaya digital (digital culture), etika digital (digital etgics), dan keamanan digital (digital safety). Dengan adanya empat pilar ini, diharapkan masyarakat penggunaan teknologi digital untuk memanfaatkan teknologi untuk berbagai kebutuhan dengan pola perilaku positif, berinteraksi dengan santun, menghargai perbedaan pendapat, menjunjung tinggi etika dan norma yang berlaku. Sehingga kehadiran teknologi digital betul-betul memberikan kemudahan bagi siapapun yang memiliki edukasi literasi digital yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....