Hari Ibu Internasional vs Hari Ibu Indonesia
- 10 Mei 2026 07:29 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Setiap minggu ke-2 bulan Mei, dunia memperingati Hari Ibu Internasional. Hari Ibu Internasional berawal dari gagasan untuk menghormati jasa dan kasih sayang seorang ibu dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Perayaan modernnya banyak dipengaruhi oleh perjuangan seorang perempuan Amerika bernama Anna Jarvis pada awal abad ke-20. Setelah ibunya meninggal pada tahun 1905, Anna ingin ada hari khusus untuk mengenang pengorbanan para ibu. Ia kemudian mengadakan perayaan pertama pada tahun 1908 di West Virginia. Gerakannya mendapat dukungan luas hingga akhirnya pemerintah Amerika Serikat menetapkan Hari Ibu nasional pada tahun 1914.
Seperti dilansir dari History.com "Origin of Mother's Day Tradition", seiring waktu, perayaan tersebut menyebar ke banyak negara dan dikenal sebagai Hari Ibu Internasional. Sebagian besar negara merayakannya setiap minggu kedua bulan Mei. Hari ini identik dengan ungkapan kasih sayang, pemberian bunga, kartu ucapan, hingga makan bersama keluarga. Di banyak budaya, ibu dianggap sebagai simbol cinta tanpa syarat, pengorbanan, dan kekuatan keluarga, sehingga peringatannya bersifat emosional dan personal.
Meski populer secara global, setiap negara memiliki tradisi berbeda. Di beberapa tempat, Hari Ibu dirayakan meriah dengan festival keluarga dan hadiah, sementara di negara lain dirayakan sederhana melalui doa atau kunjungan keluarga.
Makna utamanya tetap sama, yaitu menghargai peran ibu dalam membesarkan anak, menjaga keluarga, dan membentuk masyarakat. Karena sifatnya universal, Hari Ibu Internasional mudah diterima di berbagai budaya.
Berbeda dengan itu, Hari Ibu Indonesia yang diperingati setiap 22 Desember memiliki latar sejarah perjuangan perempuan. Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang berlangsung pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta.
Kongres ini mempertemukan organisasi-organisasi perempuan dari berbagai daerah untuk membahas pendidikan, hak perempuan, kesehatan, dan peran perempuan dalam perjuangan bangsa.
Karena berasal dari sejarah perjuangan nasional, Hari Ibu Indonesia tidak hanya menekankan kasih sayang kepada ibu dalam keluarga, tetapi juga penghargaan terhadap kontribusi perempuan bagi negara dan masyarakat.
Maknanya lebih luas dibanding Mother’s Day internasional. Oleh sebab itu, peringatannya sering diisi dengan seminar, kegiatan sosial, penghargaan bagi perempuan inspiratif, dan refleksi tentang kesetaraan serta pemberdayaan perempuan.
Jadi, perbedaan utama keduanya terletak pada asal dan maknanya. Hari Ibu Internasional berfokus pada penghormatan terhadap sosok ibu dan hubungan keluarga, sedangkan Hari Ibu 22 Desember di Indonesia lahir dari semangat perjuangan perempuan Indonesia untuk kemajuan bangsa. Meski berbeda sejarah, keduanya sama-sama mengajarkan pentingnya menghargai perempuan dan peran besar seorang ibu dalam kehidupan manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....