Dugaan Wabah Hantavirus di MV Hondius: 3 Pasien Dievakuasi ke Belanda

  • 06 Mei 2026 20:21 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Evakuasi Skala Internasional: Tiga orang telah dipindahkan dari kapal di Cape Verde menuju Belanda menggunakan jalur udara khusus untuk penanganan medis darurat.
  • Klaster Dugaan Hantavirus Terkonfirmasi: Terdapat 8 kasus diduga kuat Hantavirus dengan 3 kematian; satu kasus positif bahkan terdeteksi hingga ke Swiss.
  • Blokade Pelabuhan: Pemerintah Kepulauan Canary menolak keras kapal MV Hondius untuk bersandar di Tenerife karena kekhawatiran wabah, memicu ketidakpastian rute kapal selanjutnya.

RRI.co.id, Manado - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi langkah darurat evakuasi medis terhadap tiga individu dari kapal pesiar MV Hondius yang sedang dilanda klaster dugaan Hantavirus. Operasi evakuasi dilakukan di pelabuhan Praia, Cape Verde, pada Rabu, 6 Mei 2026 waktu setempat.

Ketiga pasien tersebut dipindahkan menggunakan perahu ambulans oleh kru yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap (hazmat), sebelum akhirnya diterbangkan dengan pesawat khusus menuju Belanda untuk perawatan intensif.

Sejumlah petugas kepolisian Cape Verde berjaga saat kru kapal ambulans mengenakan setelan hazmat sebagai persiapan menuju kapal pesiar MV Hondius, yang tengah berhenti di lepas pantai pelabuhan Praia, ibu kota Cape Verde, pada 6 Mei 2026. (Foto: AFP via Getty Images)
Pemandangan dari udara ini menunjukkan para kru yang mengenakan setelan hazmat di atas perahu yang bergerak menuju pelabuhan dari kapal pesiar MV Hondius, yang sedang berhenti di lepas pantai pelabuhan Praia, ibu kota Cape Verde, pada 6 Mei 2026. (Foto: AFP via Getty Images)

Total 8 Kasus dan Konfirmasi Kematian

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa jumlah kasus diduga Hantavirus di kapal tersebut meningkat menjadi delapan orang. Dari jumlah tersebut, tiga kasus telah dikonfirmasi secara laboratorium.

Tragisnya, tercatat tiga kematian dalam klaster ini, termasuk pasangan suami istri asal Belanda. Selain itu, satu kasus tambahan terdeteksi di Zurich, Swiss, setelah seorang penumpang yang telah turun lebih dulu melaporkan diri ke rumah sakit.

"Risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan tetap rendah, namun pemantauan ketat terhadap penumpang dan kru terus dilakukan secara kolaboratif," ujar Tedros melalui pernyataan resminya.

Penolakan di Kepulauan Canary

Rencana kapal untuk bersandar di Tenerife, Spanyol, guna investigasi medis lanjutan kini memicu ketegangan diplomatik. Pemerintah daerah Kepulauan Canary secara tegas menolak izin bersandar bagi MV Hondius.

Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, menyatakan ketidaksetujuannya karena merasa belum ada informasi teknis yang cukup untuk menjamin keamanan warganya.

"Kami tidak bisa menerima keputusan yang diambil tanpa melibatkan institusi Kepulauan Canary dan tanpa informasi yang memadai bagi penduduk kami," tegas Clavijo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....