Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen, Dipicu Mandeknya AS-Iran
- 27 Apr 2026 11:13 WIB
- Manado
Poin Utama
- Harga minyak Brent dan WTI naik hampir 2 persen akibat ketegangan geopolitik.
- Pembicaraan damai antara AS dan Iran mengalami kebuntuan.
- Distribusi minyak di Selat Hormuz terganggu, memicu kekhawatiran pasokan global.
RRI.co.id, Manado - Harga minyak dunia kembali menguat pada awal pekan ini, seiring tertundanya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan global.
Mengutip laporan Reuters, Senin (27/4/2026), harga minyak mentah Brent naik sekitar 2,05 persen menjadi 107,49 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 1,88 persen ke level 96,17 dolar AS per barel.
Kenaikan harga ini terjadi di tengah mandeknya upaya diplomasi antara kedua negara. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membatalkan rencana kunjungan utusan ke Islamabad, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi tetap melanjutkan agenda ke Pakistan.
Situasi tersebut memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama terkait distribusi minyak melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Laporan data pelayaran menunjukkan arus kapal tanker minyak di wilayah tersebut masih terbatas.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai kondisi ini menambah tekanan terhadap Iran, yang berpotensi menghadapi keterbatasan kapasitas penyimpanan jika produksi tidak segera disesuaikan.
Di sisi lain, lembaga keuangan global Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak untuk kuartal keempat tahun ini. Brent diperkirakan berada di kisaran 90 dolar AS per barel, sementara WTI di angka 83 dolar AS per barel, seiring berkurangnya produksi di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak ini juga dipicu oleh kekhawatiran terhadap risiko ekonomi global, termasuk potensi kelangkaan produk olahan dan lonjakan harga energi di berbagai negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....