Sejarah Hari Kelapa Sedunia,Pohon Seribu Manfaat

  • 02 Sep 2025 11:04 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado : Setiap tanggal 2 September, dunia memperingati Hari Kelapa Sedunia atau World Coconut Day, sebuah momentum penting untuk mengapresiasi nilai ekonomi, sosial, dan budaya dari pohon kelapa yang dikenal sebagai "pohon kehidupan" di banyak negara tropis, termasuk Indonesia.

Kelapa dikenal sebagai tanaman serba guna. Hampir seluruh bagian pohon dapat dimanfaatkan dari akar, batang, daun, hingga buahnya. Air kelapa menyegarkan dan kaya elektrolit, daging buahnya menjadi bahan pangan dan olahan minyak, sabutnya digunakan untuk industri tekstil dan kerajinan, sedangkan tempurungnya bisa dimanfaatkan sebagai arang aktif.

(Setiap tahun, APCC mengusung tema yang berbeda untuk Hari Kelapa Sedunia. Tema untuk tahun 2025 belum secara resmi diumumkan, namun biasanya berkisar pada penguatan industri kelapa berkelanjutan, inovasi produk, dan kesejahteraan petani).

Dikutip dari laman,poskota.co.id, Hari Kelapa Sedunia diperingati setiap tanggal 2 September. Hari ini pertama kali ditetapkan pada tahun 2009 oleh Komunitas Kelapa Asia dan Pasifik (Asian and Pacific Coconut Community / APCC) untuk memperingati berdirinya organisasi tersebut. APCC sendiri mulai terbentuk sebagai Asian Coconut Community di Bangkok pada 12 Desember 1968, dengan negara pendiri seperti India, Indonesia, dan Filipina.

Organisasi ini mulai beroperasi sejak 9 September 1969, dengan kantor pusat di Jakarta. Ketika kemudian negara-negara di luar Asia ikut bergabung, namanya diubah menjadi Asia and Pacific Coconut Community.

Tujuan utama penetapan Hari Kelapa Sedunia adalah untuk:

1.Meningkatkan kesadaran global akan pentingnya kelapa,baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.

2.Mempromosikan peran petani kelapa,mengangkat nilai buah kelapa dalam kehidupan sehari hari dan industri.

3.Merayakan keanekaragaman produk kelapa,mulai dari makanan dan minuman,hingga bahan baku industry dan kerajinan tangan.

Peringatan Hari Kelapa Sedunia diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi juga menjadi momen refleksi dan perumusan kebijakan untuk mengembangkan industri kelapa nasional. Perlu dukungan riset, inovasi teknologi, dan akses pasar agar produk kelapa Indonesia mampu bersaing secara global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....