Mengenal Kriket, Olahraga Populer Dunia, Asing di Indonesia

  • 23 Agt 2025 18:41 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Kriket mungkin terdengar asing bagi sebagian masyarakat Indonesia, namun di belahan dunia lain, olahraga ini menjadi salah satu yang paling digemari. Dengan ratusan juta penggemar, terutama di negara-negara seperti India, Pakistan, Inggris, Australia, dan Afrika Selatan, kriket menjadi salah satu olahraga terbesar secara global, baik dari segi penonton maupun nilai komersialnya.

Menurut data dari International Cricket Council (ICC), kriket diperkirakan memiliki lebih dari 2,5 miliar penggemar di seluruh dunia, menjadikannya olahraga terpopuler kedua setelah sepak bola. Turnamen seperti ICC Cricket World Cup dan Indian Premier League (IPL) rutin menarik penonton dalam jumlah luar biasa, baik secara langsung di stadion maupun melalui siaran televisi dan platform digital.

Namun, berbeda dengan euforia global tersebut, kriket belum mendapatkan tempat yang signifikan di Indonesia. Minimnya eksposur media, keterbatasan infrastruktur, serta kurangnya pemahaman masyarakat menjadi sejumlah faktor utama mengapa olahraga ini belum berkembang di Tanah Air.

Sejarah singkat kriket

Kriket pertama kali dimainkan di Inggris pada abad ke-16 dan sejak saat itu menyebar ke berbagai negara bekas koloni Inggris seperti India, Australia, dan Afrika Selatan. Kriket kini menjadi olahraga yang sangat bergengsi dengan kejuaraan besar seperti Piala Dunia Kriket yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali, menarik jutaan pemirsa di seluruh dunia.

Popularitas kriket global

Kriket merupakan olahraga yang sangat digemari di negara-negara seperti India, yang bahkan memiliki liga domestik terbesar, yaitu Indian Premier League (IPL), yang menawarkan hadiah uang ratusan juta dolar. Di Australia, Inggris, dan Pakistan, pertandingan kriket seringkali menjadi tontonan utama, bahkan ada yang rela begadang tengah malam hanya untuk menonton pertandingan internasional.

Mengapa kriket belum populer di Indonesia?

Meskipun memiliki banyak potensi, kriket belum mampu menembus mainstream olahraga di Indonesia. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini, antara lain:

1. Kurangnya infrastruktur dan fasilitas

Di Indonesia, fasilitas untuk bermain kriket sangat terbatas. Olahraga ini membutuhkan lapangan yang cukup besar, sedangkan lapangan yang ada di Indonesia lebih banyak digunakan untuk sepak bola dan olahraga lainnya.

2. Kurangnya eksposur media

Kriket belum mendapat eksposur yang cukup di media Indonesia. Sementara sepak bola, bulu tangkis, dan bahkan basket memiliki banyak tayangan di televisi, pertandingan kriket hampir tidak pernah disiarkan, kecuali untuk event-event besar seperti Piala Dunia Kriket.

3. Ketidakterkenalan dengan aturan kriket

Aturan dalam permainan kriket mungkin terasa rumit bagi mereka yang belum familiar dengan olahraga ini. Hal ini bisa menjadi hambatan bagi orang Indonesia untuk mulai tertarik pada kriket, karena mereka lebih memilih olahraga yang lebih mudah dipahami seperti sepak bola atau bulu tangkis.

Meski belum populer, Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang dalam dunia kriket. Beberapa klub kriket di Indonesia sudah mulai tumbuh dan menunjukkan minat yang tinggi terhadap olahraga ini. Federasi Kriket Indonesia(PCI) telah bekerja keras untuk memperkenalkan olahraga ini melalui berbagai turnamen lokal dan program pelatihan.

Dengan meningkatnya popularitas olahraga internasional di kalangan masyarakat Indonesia dan semakin banyaknya media sosial yang menampilkan pertandingan-pertandingan internasional, ada peluang bagi kriket untuk menarik lebih banyak perhatian di tanah air. Bahkan, beberapa event kriket internasional yang diselenggarakan di negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, bisa menjadiajang untuk mengenalkan kriket kepada publik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....