Historun PPI Leiden Usung Semangat Tokoh Perintis
- 02 Jul 2025 13:16 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leiden sukses menggelar kegiatan Historun pada Sabtu, 28 Juni 2025, yang mengajak peserta menyusuri tempat-tempat bersejarah di kota Leiden, Belanda. Rute ini menelusuri jejak para tokoh Indonesia yang berperan penting dalam pergerakan kemerdekaan saat tinggal di Belanda.
Tahun ini, Historun secara khusus menyoroti awal berdirinya Perhimpunan Indonesia (Indonesische Vereeniging) yang menjadi cikal bakal gerakan nasionalis di luar negeri. Tujuh lokasi penting menjadi bagian dari napak tilas, di antaranya tempat tinggal tokoh-tokoh nasional seperti Achmad Soebardjo, Ali Sastroamidjojo, dan Nazir Pamoentjak.
Tidak hanya tokoh laki-laki, Historun juga mengangkat jejak tiga perempuan pelajar Indonesia pertama di Belanda, yaitu Siti Soendari, Sri Oemijati, dan Maria Ulfah Santoso. Peserta juga diajak mengenang titik awal berdirinya Perhimpunan Indonesia di Hogewoerd 49.
Tokoh dari Sulawesi Utara turut disorot. Sam Ratulangi pernah menjadi Ketua Indische Vereeniging tahun 1914 -1915 sebelum melanjutkan studi ke Zurich. A.A. Maramis menjadi sekretaris organisasi pada 1924, sementara Arnold Mononutu aktif mewakili organisasi di Paris dan sempat diawasi intelijen Belanda. Mononutu kemudian tinggal bersama keluarga Ali Sastroamidjojo di Wasstraat 1, yang juga menjadi salah satu titik kunjungan.
Menurut Ketua PPI Leiden, Alexander Rama, Historun bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga bentuk perenungan terhadap peran sejarah dalam membentuk arah bangsa.
“Historun diharapkan menjadi perjalanan refleksi waktu yang menekankan bahwa sejarah berfungsi sebagai kompas untuk masa depan,” ujarnya.
Kegiatan ini menarik partisipasi pelajar, diaspora Indonesia, dan komunitas internasional. Semangat kolaborasi dan refleksi sejarah menjadi benang merah dalam setiap langkah mereka menyusuri jejak para perintis bangsa.
(Noni Octavia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....