Sapaan Perdana Paus Leo XIV Kepada Roma Dan Dunia

  • 09 Mei 2025 12:09 WIB
  •  Manado

KBRN Manado: Paus yang baru terpilih, Paus Leo XIV menyapa umat beriman dan dunia dengan menyerukan perdamaian dan berjanji untuk bekerja demi Gereja yang bersatu, setia kepada Yesus dan Injil.

Dikutip dari Vatican News, Paus Leo XIV menyapa kota Roma dan dunia dengan kata-kata berikut pada penampilan pertamanya sebagai Penerus Petrus dari Loggia Pusat Basilika Santo Petrus:

"Semoga damai menyertai Anda!

Saudara-saudari terkasih, ini adalah salam pertama dari Kristus yang bangkit, sang gembala yang baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi kawanan domba Allah. Saya juga ingin agar salam damai ini masuk ke dalam hati Anda, menjangkau keluarga-keluarga Anda dan semua orang, di mana pun mereka berada; dan semua bangsa, dan seluruh bumi: Semoga damai menyertai Anda.

Inilah kedamaian Kristus yang bangkit, kedamaian yang melucuti senjata, merendahkan hati, dan memelihara. Itu datang dari Tuhan. Tuhan, yang mengasihi kita semua, tanpa batasan atau syarat apa pun. Marilah kita dengarkan suara Paus Fransiskus yang lemah namun selalu berani, yang memberkati Roma - Paus yang memberkati Roma dan dunia pada pagi Paskah. Izinkan saya untuk melanjutkan berkat yang sama itu. Tuhan mengasihi kita, kita semua, kejahatan tidak akan menang. Kita semua ada di tangan Tuhan. Tanpa rasa takut, bersatu, bergandengan tangan dengan Tuhan dan di antara kita sendiri, kita akan maju. Kita adalah murid Kristus, Kristus berjalan di depan kita, dan dunia membutuhkan terang-Nya. Umat manusia membutuhkan-Nya seperti jembatan untuk mencapai Tuhan dan kasih-Nya. Anda membantu kami membangun jembatan dengan dialog dan perjumpaan sehingga kita semua bisa menjadi satu umat yang selalu dalam damai.

Terima kasih Paus Fransiskus! Terima kasih kepada saudara-saudara Kardinal yang telah memilih saya untuk menjadi Penerus Petrus dan untuk berjalan bersama Anda sebagai Gereja yang bersatu, mencari perdamaian dan keadilan bersama-sama, bekerja bersama sebagai wanita dan pria, setia kepada Yesus Kristus tanpa rasa takut, mewartakan Kristus, menjadi misionaris, setia kepada Injil. Kita harus bersama-sama melihat bagaimana menjadi Gereja yang misionaris, membangun jembatan, dialog, selalu terbuka untuk menerima dengan tangan terbuka bagi semua orang, seperti lapangan ini, terbuka bagi semua, bagi semua yang membutuhkan kasih amal kita, kehadiran kita, dialog, kasih."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....