Hari Buruh: Dari Perjuangan Buruh Hingga Perayaan Global
- 30 Apr 2025 13:31 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Setiap tanggal 1 Mei, jutaan pekerja di seluruh dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau yang dikenal juga sebagai May Day. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa peringatan ini lahir dari perjuangan panjang dan berdarah para buruh di abad ke-19 yang menuntut hak-haknya.
Sejarah Hari Buruh bermula di Amerika Serikat pada tahun 1886, ketika ribuan buruh melakukan demonstrasi besar-besaran di kota Chicago. Mereka menuntut jam kerja delapan jam per hari, karena saat itu banyak pekerja harus bekerja hingga 16 jam sehari dalam kondisi yang tidak manusiawi.
Demonstrasi damai ini berubah menjadi tragedi dalam insiden yang dikenal sebagai Peristiwa Haymarket pada 4 Mei 1886, ketika terjadi ledakan bom di tengah aksi protes yang menyebabkan tewasnya sejumlah polisi dan pekerja. Sejumlah aktivis buruh kemudian dihukum mati, menjadikan peristiwa ini simbol perjuangan kelas pekerja melawan ketidakadilan.
Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1886 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap para pejuang tersebut, Kongres Sosialis Internasional di Paris pada tahun 1889 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Sejak saat itu, hari ini diperingati oleh pekerja di berbagai negara sebagai momen solidaritas dan pengingat perjuangan hak-hak buruh.
Di Indonesia, Hari Buruh mulai diperingati secara resmi pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, namun sempat dilarang pada masa Orde Baru. Baru pada tahun 2013, pemerintah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional, menandai pengakuan terhadap pentingnya peran buruh dalam pembangunan bangsa.
Mengutip tirto.id, Organisasi Buruh Internasional atau International Labour Organization (ILO) memang secara resmi belum mengumumkan tema yang diusung pada tahun 2025. Namun isu yang ramai dibahas di global menuju Hari Buruh Internasional kali ini terkait beberapa hak, di antaranya: isu keadilan sosial dan pekerjaan yang layak, keselamatan dan kesehatan pekerja di lapangan pekerjaan, isu digitalisasi dan masa depan pekerjaan di mana banyak membahas praktik kerja baru misalnya seperti otomatisasi tugas, analisis data besar, sistem digital pintar, hingga manajemen pekerja melalui AI.
Peringatan Hari Buruh tidak hanya diisi dengan unjuk rasa, tapi juga menjadi ruang dialog antara buruh, pemerintah, dan pengusaha untuk menciptakan kondisi kerja yang adil dan sejahtera. Meskipun berbagai tantangan masih ada, semangat perjuangan para buruh terdahulu tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi gerakan pekerja masa kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....