Penting! Ini Sejarah dan Makna Hari Buku Sedunia

  • 22 Apr 2025 22:17 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Hari Buku Sedunia diperingati setiap tanggal 23 April sebagai bentuk penghargaan terhadap peran penting buku dan para penulis dalam perkembangan peradaban manusia. Dirangkum dari www.zenius.net, Tanggal ini ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1995 karena bertepatan dengan hari wafatnya dua tokoh besar sastra dunia, William Shakespeare dan Inca Garcilaso de la Vega. Sementara itu, penulis ternama asal Spanyol, Miguel de Cervantes, meninggal satu hari sebelumnya, yakni pada 22 April 1616.

Gagasan peringatan ini pertama kali diusulkan oleh Vicente Clavel Andrés, seorang penulis dan penerbit asal Spanyol. Ia mengajukan ide untuk menetapkan hari khusus guna mengenang kontribusi Miguel de Cervantes. Usulan tersebut kemudian mendapat dukungan dan diresmikan secara internasional.

Perayaan perdana Hari Buku Sedunia diselenggarakan pada 23 April 1997 di Inggris dan Irlandia. Sejak saat itu, peringatan ini menjadi agenda tahunan global untuk menumbuhkan minat baca dan memperluas akses terhadap literasi, terutama di kalangan generasi muda.

Sementara itu, sejarah buku sendiri telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Di masa peradaban awal, masyarakat menulis di atas tablet tanah liat, seperti di Mesopotamia. Selanjutnya, bangsa Mesir mengembangkan media tulis berupa papirus, dan masyarakat Tiongkok menggunakan lembaran bambu yang diikat menjadi satu. Inovasi besar dalam dunia buku terjadi pada abad ke-15, saat Johannes Gutenberg menciptakan mesin cetak yang memungkinkan penyebaran literatur secara luas.

Hari Buku Sedunia menjadi momen penting untuk mengingat nilai buku sebagai sumber pengetahuan dan sarana membangun peradaban. Di tengah kemajuan teknologi, peringatan ini juga mengajak masyarakat dunia untuk terus mencintai membaca sebagai bagian dari gaya hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....