Senduk Hadiri Ibadah Pembukaan SMSI ke-82 GMIM 2026

  • 29 Sep 2026 17:51 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Tomohon — Wali Kota Tomohon, Pnt. Caroll J.A. Senduk, S.H., bersama Ketua TP-PKK Daerah Kota Tomohon, Pnt. drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, menghadiri Ibadah Pembukaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82 GMIM Tahun 2026 yang berlangsung di Manado Convention Center (MCC).

Ibadah pembukaan dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Dr. Adolf K. Wenas, M.Th., dan dihadiri para pemimpin daerah, jajaran BPMS GMIM, serta pelayan gereja dari berbagai wilayah pelayanan GMIM.

Pelaksanaan SMSI ke-82 GMIM secara resmi dibuka melalui prosesi pemukulan tetengkoren yang dilakukan bersama oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., Ketua BPMS GMIM, unsur Forkopimda Sulawesi Utara, dan jajaran BPMS GMIM.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan bahwa Sidang Majelis Sinode Istimewa memiliki makna strategis bagi perjalanan pelayanan GMIM. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi gereja, tetapi juga wadah untuk merumuskan arah pelayanan GMIM ke depan.

“Momentum ini tentu memiliki arti yang sangat penting bagi perjalanan pelayanan GMIM, karena kegiatan ini bukan hanya sebuah agenda organisasi gerejawi, tetapi merupakan kesempatan untuk memikirkan, membicarakan, dan menetapkan arah kehidupan pelayanan gereja ke depan secara bersama-sama,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian persidangan dapat berlangsung dengan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi kemajuan pelayanan gereja.

“Kiranya seluruh rangkaian persidangan dapat berjalan dengan baik, penuh hikmat dan dalam semangat kebersamaan, sehingga menghasilkan keputusan yang dapat memperkuat pelayanan GMIM dan memberikan dampak positif bagi jemaat serta masyarakat,” kata Wali Kota.

Sidang Majelis Sinode Istimewa ke-82 GMIM menjadi momentum penting bagi gereja dalam mengevaluasi dan menetapkan berbagai kebijakan pelayanan yang akan dijalankan ke depan, sekaligus memperkuat peran gereja dalam mendukung pembangunan spiritual dan sosial di Sulawesi Utara.

(Anugrah Pandey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....