Senduk Pimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

  • 01 Jun 2026 19:58 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Tomohon - Wali Kota Tomohon Caroll Senduk bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Wali Kota Tomohon, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Caroll Senduk membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi kontribusi nyata bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Disebutkan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi “bintang penuntun” yang menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan global. Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan suku bangsa, Indonesia dinilai berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa keberagaman dapat disatukan dalam semangat kebangsaan yang kuat.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” demikian kutipan pidato yang dibacakan Wali Kota Caroll Senduk.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Melalui politik luar negeri bebas aktif, Indonesia terus berperan dalam diplomasi perdamaian, mediasi konflik, serta memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penindasan.

Kontribusi Indonesia melalui pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta berbagai upaya diplomasi internasional disebut sebagai implementasi nyata dari nilai kemanusiaan yang adil dan beradab sebagaimana terkandung dalam sila kedua Pancasila.

Dalam pidato tersebut juga diberikan perhatian khusus kepada generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai “living ideology” atau ideologi yang hidup dalam tindakan sehari-hari, bukan sekadar simbol atau teks dalam buku sejarah.

Selain itu, para menteri dan kepala daerah di seluruh Indonesia diingatkan untuk memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, melindungi hak-hak masyarakat, serta memberikan perhatian kepada kelompok yang paling membutuhkan.

“Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.

Mengakhiri pidato, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta melawan berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam harmonisasi kehidupan berbangsa.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kota Tomohon menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, gotong royong, dan kemanusiaan sebagai fondasi dalam membangun daerah, bangsa, dan kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia.

(Anugrah Pandey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....