Tim KKP Audiensi ke Bupati Wongkar Terkait Kampung Nelayan Merah Putih di Minsel

  • 15 Apr 2026 22:17 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minsel - Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menerima audiensi terkait tindak lanjut hasil verifikasi tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Minahasa Selatan. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati itu menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan kawasan pesisir dan pemberdayaan masyarakat nelayan.

Program KNMP dirancang untuk mentransformasi desa nelayan menjadi kawasan modern yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dari hulu hingga hilir. Fasilitas yang dikembangkan meliputi dermaga, gudang beku, pabrik es, sentra pengolahan, hingga penguatan kelembagaan koperasi nelayan.

Dalam laporan yang disampaikan, progres pengusulan program ini telah berjalan sejak 17 Oktober 2025 melalui kanal resmi KKP RI. Dari lima lokasi yang diusulkan, sebanyak tiga lokasi lolos ke tahap selanjutnya, masing-masing Desa Matani Satu, Desa Lopana Satu, dan Kelurahan Ranomea.

Sebagai tindak lanjut, tim KKP RI telah menyelesaikan survei lapangan pada 10–11 April 2026 di ketiga lokasi tersebut. Hasil survei mendalam dijadwalkan akan dibahas dalam rapat pleno KKP pada 20 April 2026 untuk menentukan langkah implementasi fisik program.

Bupati Franky Donny Wongkar menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam penyelarasan data teknis dan sinkronisasi rencana aksi agar seluruh persyaratan administratif maupun teknis dapat dipenuhi secara optimal.

“Program ini harus kita kawal bersama agar seluruh tahapan berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan,” tegas Wongkar.

Melalui penguatan ekosistem usaha perikanan dan pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi nelayan, KNMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Minahasa Selatan, sekaligus membuka peluang usaha turunan di sektor pengolahan hasil laut, logistik, dan wisata bahari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....