Apel Awal April, Pemkot Tomohon Ditekankan Disiplin dan Evaluasi Kinerja Triwulan

  • 01 Apr 2026 20:43 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Tomohon – Wali Kota Tomohon yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Daerah Kota Tomohon, Robby J. Kalangi, bertindak sebagai pembina dalam Apel Kerja Perdana Awal Bulan April Tahun 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan Kantor Wali Kota Tomohon, Rabu (01/04/2026).

Dalam kesempatan itu, Kalangi membacakan sambutan Wali Kota Tomohon yang menegaskan pentingnya apel kerja sebagai sarana membangun disiplin, komunikasi, serta semangat kerja aparatur pemerintah demi pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Apel kerja yang kita hadiri saat ini merupakan sarana penting untuk membangun disiplin, komunikasi, dan semangat kerja aparatur pemerintah agar mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota juga menghimbau seluruh jajaran Pemkot Tomohon untuk terus menumbuhkan sikap disiplin sebagai teladan. Hal tersebut diwujudkan melalui kepatuhan terhadap jam kerja, berpakaian sesuai aturan, tidak menunda pekerjaan, serta menjunjung etos kerja profesional sebagai cerminan aparatur yang cakap dan handal.

Selain itu, aparatur diharapkan mampu mengedepankan prinsip kerja yang sinergis dan solutif, melek teknologi, akuntabel, responsif, ramah, tangguh, dan terampil. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk menjawab perkembangan zaman sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Memasuki awal April, wali kota juga mengingatkan bahwa seluruh jajaran telah menuntaskan pelaksanaan triwulan pertama tahun berjalan. Momentum ini dinilai tepat untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja selama tiga bulan terakhir.

“Evaluasi bukan sekadar formalitas, melainkan proses untuk melihat sejauh mana program dan kegiatan terlaksana dengan baik, tepat waktu, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.

Dalam evaluasi tersebut, perangkat daerah diminta memperhatikan sejumlah aspek penting, seperti tingkat realisasi fisik dan keuangan, kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan, kendala yang dihadapi, solusi yang diambil, hingga dampak program terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia juga berharap seluruh perangkat daerah dapat melakukan evaluasi secara jujur, objektif, dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun mental aparatur yang kuat dan tangguh dalam melihat kekurangan sebagai bahan perbaikan ke depan.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa setiap program dan kegiatan harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Pemerintah tidak hanya mengejar serapan anggaran, tetapi juga memastikan hasil dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Di tengah efisiensi anggaran, kita harus mampu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan terobosan yang kreatif dan adaptif dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan,” tutupnya.

(Anugrah Pandey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....