Menkomdigi Ingatkan Modus Baru Radikalisasi Digital Incar Anak

  • 31 Jul 2026 22:46 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan masyarakat agar mewaspadai pola baru radikalisasi yang berkembang melalui ruang digital. Menurutnya, kelompok radikal kini menggunakan pendekatan personal yang tampak positif untuk menarik kepercayaan calon korban.

dikutip dari komdigi.go.id, Peringatan tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri diskusi buku di Jakarta Pusat, Rabu, 29 Juli 2026. Ia menjelaskan pelaku radikalisasi sering menawarkan bantuan pengobatan, pelunasan utang, serta dukungan pribadi lainnya. Setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku perlahan mengarahkan mereka kepada paham ekstrem dan tindakan berbahaya. Sasaran utama pendekatan tersebut adalah anak-anak serta kelompok rentan yang aktif menggunakan platform digital.

Meutya mengatakan perkembangan teknologi membuat proses radikalisasi semakin sulit dikenali oleh masyarakat luas. Algoritma digital dapat memperkuat paparan informasi tertentu sehingga pengguna menerima pandangan yang semakin seragam.

Pada Mei lalu, BNPT menggagalkan upaya perekrutan terhadap 112 anak melalui satu platform digital. Pemerintah juga menerbitkan PP TUNAS untuk memperkuat perlindungan anak serta meningkatkan keamanan ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....