Komdigi Dorong Fitur Anti-Scam, Meminimalisir Kerugian Penipuan Digital
- 03 Jul 2026 19:33 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kasus penipuan digital di Indonesia terus meningkat seiring makin canggihnya teknologi. Pemerintah pun mendorong langkah baru untuk memperkuat perlindungan pengguna dari berbagai modus scam berbasis digital.
Dikutip dari Komdigi.go.id, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengungkapkan kerugian akibat penipuan digital di Indonesia telah mencapai sekitar Rp7,5 triliun. Angka tersebut berdasarkan laporan Global Anti-Scam Alliance dan disampaikan saat audiensi dengan Kaspersky.
Nezar mengatakan salah satu kelompok yang paling rentan menjadi korban adalah para lansia. Menurutnya, pelaku kini memanfaatkan teknologi AI untuk meniru suara seseorang, bahkan suara pejabat, sehingga modus penipuan menjadi semakin sulit dikenali.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah mendorong seluruh perusahaan telekomunikasi menghadirkan fitur anti-scam sebagai perlindungan tambahan bagi konsumen. Fitur tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk aplikasi maupun sistem keamanan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Pemerintah berharap kolaborasi antara regulator dan industri dapat menekan angka penipuan digital sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas di ruang digital.
Di tengah berkembangnya teknologi AI, masyarakat juga diingatkan untuk semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital. Semakin canggih teknologinya, semakin penting pula menjaga keamanan data dan selalu memverifikasi informasi sebelum mengambil tindakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....