Hadapi Kemarau 2026, Kementan Siapkan Jurus Jaga Produksi Pangan

  • 23 Jun 2026 10:28 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Musim kemarau identik dengan ancaman kekeringan dan turunnya hasil panen. Namun, pemerintah memastikan berbagai langkah antisipasi sudah disiapkan agar produksi pangan nasional tetap aman.

Dikutip dari Pertanian.go.id, Kementerian Pertanian memperkuat strategi menghadapi musim kemarau 2026 dengan fokus pada pengelolaan air, penyediaan benih unggul, hingga modernisasi pertanian. Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, mengatakan sektor pangan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan nasional.

Menurut Suwandi, kondisi kemarau tahun ini diperkirakan tidak seberat yang terjadi pada 2015 maupun 2023. Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang puncak musim kemarau pada Juli hingga September, dengan meminta pemerintah daerah memetakan wilayah rawan kekeringan dan memperkuat sistem irigasi.

Selain memantau kondisi cuaca melalui BMKG dan satelit NOAA, Kementan juga menyiapkan berbagai varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan serta mendorong percepatan masa tanam. Dengan teknologi hemat air dan pola tanam yang lebih efisien, produktivitas lahan diharapkan tetap terjaga bahkan bisa meningkat.

Pemerintah juga memperkuat sistem irigasi perpompaan yang tahun ini ditargetkan mampu mengairi sekitar satu juta hektare lahan tambahan. Ditambah dengan program asuransi usaha tani dan bantuan benih serta alat pertanian, Kementan optimistis target swasembada pangan dapat terus dipertahankan meski menghadapi tantangan musim kemarau.

Bagi pemerintah, musim kemarau bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang untuk meningkatkan produksi dengan dukungan teknologi dan pengelolaan yang tepat. Harapannya, kebutuhan pangan nasional tetap terjaga dan kesejahteraan petani ikut meningkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....