RI Tak Mau Cuma Jadi Pasar Digital, Siap Naik Kelas Jadi Pemain Utama

  • 23 Jun 2026 10:28 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Ekonomi digital Indonesia terus tumbuh pesat dan jadi yang terbesar di Asia Tenggara. Namun, pemerintah menilai sudah saatnya Indonesia tak hanya menjadi pengguna, tetapi juga ikut menciptakan nilai dan memimpin perkembangan ekonomi digital kawasan.

Dikutip dari Komdigi.co.id, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan Indonesia harus mulai bertransformasi dari pasar digital menjadi pencipta nilai ekonomi. Pernyataan itu disampaikan dalam Asia Economic Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Menurut Meutya, Indonesia memiliki modal besar untuk memimpin ekonomi digital di ASEAN. Dengan populasi mencapai 281 juta jiwa, sekitar 220 juta pengguna internet, serta investasi asing senilai US$55 miliar pada tahun lalu, Indonesia saat ini memiliki nilai ekonomi digital sekitar US$100 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi US$360 miliar pada 2030.

Meski menjadi yang terbesar di kawasan, Meutya menilai besarnya pasar belum tentu mencerminkan kekuatan yang sesungguhnya. Karena itu, pemerintah mendorong agar manfaat ekonomi digital lebih banyak dinikmati di dalam negeri dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan, teknologi digital dapat membantu nelayan, petani, hingga pelaku UMKM menjangkau pasar yang lebih luas tanpa bergantung pada banyak perantara. Dengan begitu, keuntungan yang diperoleh masyarakat bisa lebih besar dan transformasi digital benar-benar memberikan dampak nyata.

Di tengah perkembangan teknologi dan AI yang semakin cepat, Indonesia ingin mengambil peran lebih besar, bukan sekadar menjadi pasar. Sebab, nilai sesungguhnya dari teknologi ada pada bagaimana teknologi itu mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....