Harga Obat Naik Secukupnya, Pemerintah Jaga Akses Masyarakat
- 15 Jun 2026 19:45 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Belakangan ini nilai tukar dolar dan harga minyak dunia terus jadi sorotan. Kondisi ini sempat bikin banyak orang khawatir harga obat ikut meroket, tapi pemerintah memastikan situasinya masih terkendali.
Dikutip dari Kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan memastikan harga obat-obatan di Indonesia tidak akan mengalami lonjakan yang berlebihan meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami fluktuasi. Kabar baik lainnya, harga obat yang ditanggung BPJS Kesehatan dipastikan tetap aman dan tidak mengalami kenaikan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta. Menurutnya, pemerintah terus memantau pergerakan harga obat untuk memastikan penyesuaian yang terjadi masih dalam batas wajar.
Budi menjelaskan, kenaikan nilai dolar tidak serta-merta membuat harga obat naik dengan jumlah yang sama. Pasalnya, sebagian besar biaya produksi obat dalam negeri masih menggunakan komponen yang dibayar dengan rupiah.
Karena itu, pemerintah menilai kenaikan harga obat di kisaran 10 hingga 20 persen masih tergolong masuk akal. Namun, jika ada pihak yang menaikkan harga lebih dari batas tersebut, pemerintah menganggap hal itu tidak dapat dibenarkan.
Senada dengan itu, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan industri farmasi terkait penyesuaian harga. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga obat komersial tidak boleh melebihi 20 persen, bahkan beberapa jenis obat hanya mengalami kenaikan sekitar 5 hingga 10 persen.
Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dinamis, pemerintah memastikan obat-obatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional tetap tersedia dengan harga yang stabil. Artinya, peserta BPJS tidak perlu khawatir karena kebutuhan obat mereka tetap terlindungi.
Meski nilai dolar naik turun, masyarakat gak perlu buru-buru panik soal harga obat. Yang penting, kebutuhan kesehatan tetap terjaga dan obat-obatan BPJS masih bisa diakses dengan harga yang sama seperti sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....