Wamenkomdigi Ingatkan Bahaya Terlalu Bergantung pada AI

  • 21 Apr 2026 16:45 WIB
  •  Manado

RRI.CIO.ID, Manado - Penggunaan kecerdasan buatan atau AI kini makin luas dipakai di berbagai bidang. Namun di balik manfaatnya, pemerintah mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada AI bisa membawa dampak negatif, terutama pada kemampuan berpikir manusia.

Dilansir dari Komdigi.go.id, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengingatkan bahwa penggunaan AI yang terlalu berlebihan bisa menurunkan kemampuan berpikir kritis, terutama di kalangan pelajar dan para profesional. Hal itu disampaikan Nezar saat membuka Workshop AI Talent Factory 2 di Universitas Gadjah Mada pada 17 April 2026.

Menurutnya, saat ini mulai muncul kebiasaan menyerahkan banyak hal sepenuhnya kepada AI, termasuk dalam dunia pendidikan. Jika terus dibiarkan, hal ini bisa membuat seseorang malas berpikir, kurang menganalisis, dan hanya bergantung pada jawaban instan dari mesin. Nezar menegaskan bahwa pengembangan talenta digital tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis. Generasi masa depan juga harus paham cara menggunakan AI dengan benar, mengontrol pemakaiannya, dan tetap menilai hasil AI secara kritis.

Ia menjelaskan bahwa teknologi AI harus dibuat dengan konsep human-centric, yaitu menempatkan manusia sebagai pusat utama. Artinya, dalam pengambilan keputusan penting, manusia tetap harus terlibat dan tidak sepenuhnya digantikan mesin. Di sisi lain, Nezar juga mendorong pemanfaatan AI untuk menyelesaikan masalah nyata di sektor penting seperti pangan, energi, kesehatan, dan maritim.

Workshop AI Talent Factory 2 sendiri diikuti 98 mahasiswa dan 28 dosen dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Pemerintah berharap generasi muda tidak hanya pintar memakai AI, tetapi juga tetap punya kemampuan berpikir kritis dan bijak dalam menggunakannya. Dengan begitu, AI bisa jadi alat bantu yang bermanfaat, bukan malah membuat manusia terlalu bergantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....