Sukses Layani Jemaah, PPIH Sulut Respons Cepat Masalah Toilet dan Kesehatan

  • 14 Jun 2026 14:55 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kesuksesan operasional ibadah haji asal Sulawesi Utara (Sulut) tahun ini mendapat apresiasi positif dari para jemaah, khususnya terkait pemenuhan logistik dan layanan kesehatan. Kendati demikian, beberapa catatan evaluasi fasilitas di Armuzna (Arafah Muzdalifah dan Mina) tetap menjadi perhatian panitia daerah.

Arvan Kedema (60), jemaah haji asal Minahasa, mengaku sangat puas dengan fasilitas penginapan dan pasokan makanan yang diberikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) selama berada di Arab Saudi.

"Alhamdulillah pelayanannya cukup bagus, mulai dari keberangkatan sampai di Tanah Suci. Masalah makanan, waktu di Arafah makanannya tidak putus-putus disediakan. Fasilitas bagus juga, semua nyaman dari segi hotel, juga dari penginapan di Mina dan Arafah cukup bagus," kata Arvan.

Meski begitu, Arvan memberikan catatan mengenai rasio toilet di Arafah dan Mina yang sempat memicu antrean panjang. Namun, ia menilai kekurangan tersebut tertutupi oleh kesigapan tim medis di lapangan.

"Kesehatan juga bagus semua. Kalau kita merasa flu atau kurang nyaman badan, langsung ke dokter dan langsung ditindak," katanya menambahkan.

Merespons hal tersebut, Ketua Kloter 5 Haji Sulut, Kifli Lamusa, membenarkan adanya kendala antrean di fasilitas sanitasi. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan dinamika umum yang dihadapi jutaan jemaah dari berbagai negara.

Ketua Kloter 5 Haji Sulut, Kifli Lamusa, saat diwawancara RRI, di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Minggu, 14 Juni 2026. (Foto: RRI/ Noni).

"Antrean toilet di Arafah dan Mina memang tak terelakkan karena rasio fasilitas dengan jumlah jemaah tidak sebanding. Alhamdulillah, jemaah kita bisa melaluinya dengan penuh kesabaran," ujar Kifli.

Terkait pelayanan kesehatan, Kifli menegaskan bahwa tim medis kloter maupun yang berada di Arab Saudi bekerja ekstra cepat. Prosedur penanganan jemaah sakit dilakukan dengan prinsip kedaruratan yang tinggi agar jemaah bisa segera pulih dan melanjutkan ibadah.

"Prosedur yang berlaku di kedokteran haji itu sama. Bahkan kami lebih tanggap lagi, karena ini menyangkut orang ibadah. Harus lebih cepat sembuh, dan dia juga bisa melakukan rukun-rukun haji," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....