Kemenhaj Pastikan Konsumsi Jemaah Haji Optimal Jelang Puncak Armuzna

  • 19 Mei 2026 10:19 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah dipersiapkan secara optimal. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stamina, kesehatan, serta kenyamanan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan hingga hari ke-28 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, layanan terhadap jemaah berjalan baik dengan pendampingan petugas di berbagai titik layanan.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 464 kelompok terbang (kloter) dengan total 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 455 kloter yang membawa 175.682 jemaah dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah.

Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport di Jeddah tercatat mencapai 190 kloter dengan 72.904 jemaah dan 759 petugas. Selain itu, sebanyak 12.180 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani tahapan ibadah sesuai jadwal.

Maria menjelaskan, fase Armuzna menjadi periode krusial karena tingginya mobilitas dan padatnya aktivitas jemaah, sehingga kesiapan layanan konsumsi harus dipastikan berjalan maksimal.

“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” katanya.

Untuk mendukung kebutuhan konsumsi selama puncak ibadah haji, pemerintah menyiapkan skema katering Ready To Eat (RTE) atau makanan siap santap. Skema ini dipilih karena dinilai efektif dalam distribusi cepat, mudah dikonsumsi di tengah mobilitas tinggi, memiliki daya tahan yang baik, serta memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

Menurut Maria, makanan siap santap tersebut dirancang dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah asal Indonesia.

“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelasnya.

Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan menerima total 15 porsi makanan yang disediakan pihak syarikah dengan menu bercita rasa nusantara. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan enam porsi tambahan pada masa pra-Armuzna tanggal 7–8 Dzulhijjah dan pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Kemenhaj juga melakukan pengecekan rutin dan koordinasi intensif untuk memastikan distribusi makanan siap santap ke hotel-hotel jemaah Indonesia berjalan tepat waktu, yakni sebelum pergerakan menuju Armuzna dimulai pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.

“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tegas Maria.

Menjelang puncak ibadah haji, Maria juga mengimbau jemaah agar menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak demi menjaga kondisi tubuh.

“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....