Jemaah Haji Sulut Mulai Masuk Asrama Transit, Petugas Diminta Layani dengan Tulus

  • 01 Mei 2026 13:44 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Jemaah haji asal Sulawesi Utara tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang tergabung dalam kloter 5 dan sebagian kloter 6 embarkasi Balikpapan mulai memasuki Asrama Haji Transit Tuminting, Manado, Jumat (1/5/2026).

Kedatangan jemaah disambut oleh panitia penyelenggara haji daerah dengan kesiapan layanan yang telah dimatangkan sebelumnya. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Utara, Wahyudin Ukoli, menegaskan komitmen pihaknya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Utara, Wahyudin Ukoli

“Komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik dengan hati yang tulus kepada seluruh jemaah. Hal ini sudah kami tekankan kepada seluruh petugas haji dan panitia penyelenggara di daerah,” ujar Wahyudin.

Ia mengatakan, komitmen tersebut juga telah disampaikan dalam apel siaga serta apel pagi sebelum penyambutan jemaah. Petugas diingatkan untuk memberikan pelayanan dengan sikap ramah dan penuh keikhlasan.

“Tidak boleh ada petugas yang tidak tersenyum. Layani jemaah dengan ikhlas dan ketulusan, karena bisa jadi pelayanan yang tulus menjadi bagian dari keberkahan bagi mereka dalam menjalankan ibadah ke Tanah Suci,” katanya.

Selain peningkatan kualitas layanan secara langsung, tahun ini Kementerian juga menghadirkan inovasi berupa platform digital pengaduan. Jemaah yang merasa tidak mendapatkan pelayanan optimal dapat melaporkan melalui aplikasi resmi Kementerian Agama RI, Kawal Haji.

Wahyudin menambahkan, penyelenggaraan haji tahun ini mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Hal tersebut diwujudkan melalui perhatian khusus terhadap jemaah dengan kebutuhan khusus.

Sejak awal, petugas kloter telah melakukan pemetaan terhadap jemaah berisiko tinggi (risti), termasuk kategori lanjut usia dan kondisi kesehatan tertentu.

“Petugas kesehatan di kloter 5 dan 6 sudah melakukan pemetaan. Hampir 70 persen jemaah masuk kategori risiko tinggi dan akan mendapatkan pelayanan khusus,” ujarnya.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, diharapkan seluruh jemaah haji asal Sulawesi Utara dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....