Kakanwil Ulyas Taha Beri Bimbingan Manasik Haji di Kota Bitung

  • 24 Apr 2025 12:05 WIB
  •  Manado

KBRN, Bitung: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Ulyas Taha, memberikan sambutan sekaligus bimbingan manasik haji pada kegiatan Manasik Haji tingkat Kota Bitung, Rabu (23/4/2025), yang digelar di Aula Pendidikan Kantor Kementerian Agama Kota Bitung.

Kakanwil didampingi oleh Kakan Kemenag Bolaang Mongondow, Shabri Makmur Bora, Plt. Kakan Kemenag Bolaang Mongondow Selatan, Achmad Ma’sum Maspeke, yang keduanya merupakan petugas haji kloter 13.

Kakan Kemenag Bitung, H. Yahya W. Pasiak menyampaikan ucapan selamat datang dan memberikan informasi kepada Kakanwil bahwa kuota haji untuk Kota Bitung tahun 1446 H/2025 M berjumlah 115 orang. Selain itu, terdapat juga sisa kuota cadangan sejumlah 7 orang.

Sementara itu, Kakanwil dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan stamina menjelang keberangkatan ke tanah suci. Ia menyebut, ibadah haji bukan hanya ibadah spiritual, tapi juga ibadah fisik, karenanya jemaah diimbau untuk tidak terlalu forsir saat pelepasan, melainkan digunakan untuk memperdalam pemahaman dengan membaca buku manasik.

"Ibadah arbain tetap harus dilaksanakan usai berhaji, jika memungkinkan bisa lebih ditingkatkan, sebab itu menandakan tingkat kesalehan kita. Semakin saleh seseorang, maka rasa solidaritas dan kepeduliannya terhadap sesama akan semakin tinggi,” ujar Kakanwil.

"Karena kebanyakan jamaah kita melaksanakan sholat arbain sangat bersemangat bahkan sebelum masuk waktu, diharapkan ketika balik ke Indonesia, kebiasaan seperti itu dilakukan juga," tambahnya.

Dalam aspek kebijakan, Kakanwil menegaskan bahwa ekosistem penyelenggaraan ibadah haji bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama semata, tetapi membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

"Pembinaan jemaah haji harus mencakup beberapa cakupan minimal, fikih haji, kebijakan pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah haji, hikmah haji, serta hak dan kewajiban jemaah haji reguler," jelasnya.

Diakhir arahannya, Kakanwil mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu wukuf di Arafah dengan sebaik-baiknya untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Mustahil tidak ada manusia yang tidak menangis saat pertama kali melihat Ka'bah dan ketika sedang berada di Arafah. Momen itu adalah titik puncak spiritual yang sangat mendalam bagi setiap jemaah,” tuturnya.

Kegiatan manasik ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan mental, spiritual, dan fisik para calon jemaah haji dalam menunaikan rukun Islam kelima dengan khusyuk dan tertib.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....