Peternak Babi Minahasa Bangkit, Terkendala Harga Anakan Tinggi
- 26 Sep 2024 20:36 WIB
- Manado
KBRN, Minahasa: Kabar baik datang dari dunia peternakan babi di Kabupaten Minahasa. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan kematian mendadak pada ternak babi di wilayah tersebut. Bahkan, ada tren positif di kalangan peternak yang mulai kembali merintis usaha peternakan babi mereka.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa, Pauldy Aguw.

“Akhir-akhir ini tidak ada laporan kematian mendadak ternak babi di kantor kami,” ujarnya, Senin (25/9).
Lebih lanjut, Aguw juga menyebutkan adanya peningkatan minat dari para peternak untuk kembali membuka usaha peternakan babi mereka.
“Bahkan, tren para petani peternak membuka kembali usaha peternakannya mulai terlihat,” tambahnya.
Namun, semangat para peternak tersebut masih terhambat oleh sulitnya mendapatkan anakan babi lepas sapih atau lepas toto. Selain itu, harga anakan babi yang tersedia di pasaran juga sangat mahal. Aguw mengungkapkan bahwa harga anakan babi berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per ekor.
“Harga anakan babi yang tinggi sangat memberatkan para peternak, terutama bagi mereka yang memiliki modal terbatas,” tegasnya.
Kendala ini, menurut Aguw, merupakan dampak dari wabah African Swine Fever (ASF) atau flu babi yang melanda beberapa waktu lalu.
“Serangan virus ASF memaksa peternak melakukan pemotongan paksa ternak babi, sehingga stok anakan babi di pasaran menjadi sangat terbatas,” jelasnya.
Para peternak babi di Minahasa berharap pemerintah daerah dapat turun tangan untuk membantu mereka dalam penyediaan anakan babi agar usaha peternakan dapat kembali berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....