Pinjaman Online: Kemudahan yang Berisiko

  • 05 Okt 2026 14:02 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Kemajuan teknologi digital semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan keuangan. Salah satunya adalah pinjaman online atau pinjol, yang menawarkan proses pengajuan cepat dan pencairan dana dalam waktu singkat. Namun, di balik kemudahan tersebut, masyarakat perlu mewaspadai berbagai risiko, terutama dari pinjaman online ilegal.

Risiko utama pinjol antara lain bunga dan biaya yang tinggi, penyalahgunaan data pribadi, hingga praktik penagihan yang tidak etis. Mengutip laman polri.go.id penggunaan pinjaman online, khususnya yang ilegal, dapat menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat, baik secara finansial, psikologis, maupun sosial.

Salah satu risiko yang paling sering dihadapi adalah tingginya bunga dan biaya tambahan. Kondisi tersebut dapat membuat jumlah utang terus bertambah dan semakin sulit untuk dilunasi. Selain itu, praktik penagihan yang tidak etis juga menjadi perhatian. Dalam sejumlah kasus, penagihan dilakukan melalui ancaman, intimidasi, hingga penyebaran informasi pribadi kepada kontak peminjam.

Risiko lainnya adalah pelanggaran privasi. Beberapa aplikasi pinjaman online dapat meminta akses terhadap data pribadi, seperti daftar kontak, foto, maupun dokumen tertentu. Apabila data tersebut disalahgunakan, peminjam dapat mengalami kerugian dan tekanan sosial. Kemudahan memperoleh pinjaman juga dapat membuat seseorang terjebak dalam lingkaran utang. Pinjaman baru digunakan untuk membayar pinjaman sebelumnya, sehingga utang semakin menumpuk.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengganggu kestabilan keuangan, menguras tabungan, bahkan membuat seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tekanan akibat utang dan proses penagihan juga dapat berdampak pada kondisi psikologis. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati sebelum menggunakan layanan pinjaman online.

Pastikan penyedia pinjaman telah memiliki izin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Pinjaman juga sebaiknya digunakan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan dan disesuaikan dengan kemampuan membayar. Peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemudahan layanan keuangan memang dapat membantu masyarakat. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kewaspadaan agar tidak berubah menjadi persoalan finansial yang berkepanjangan. Masyarakat diharapkan tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman yang menjanjikan pencairan cepat, tetapi terlebih dahulu memastikan legalitas, biaya, serta ketentuan pinjaman sebelum mengambil keputusan.

(Sumber:tribratanews.polri.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....