Waspada Hoaks, Saring sebelum Sharing

  • 20 Sep 2026 22:37 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat dampak negatif yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah maraknya informasi palsu atau yang lebih dikenal dengan istilah hoaks. Dikutip dari laman polri.go.id masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” serta berpikir kritis terhadap setiap informasi yang diterima.

Masyarakat juga diminta untuk tidak langsung mempercayai informasi, terutama informasi yang memiliki judul provokatif, sensasional, atau terdengar terlalu berlebihan. Informasi yang diterima dari teman, keluarga, maupun media sosial tetap perlu diperiksa kebenarannya. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memeriksa keaslian sumber informasi. Pastikan berita berasal dari media atau sumber resmi yang memiliki kredibilitas. Masyarakat juga perlu menghindari situs yang tidak jelas identitas dan reputasinya.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak tergesa-gesa membagikan informasi sebelum memastikan kebenarannya. Sebab, informasi yang ternyata tidak benar dapat menimbulkan keresahan dan berdampak luas ketika telah tersebar di media sosial. Penggunaan akal sehat juga menjadi salah satu langkah penting dalam menangkal hoaks. Informasi yang terdengar tidak masuk akal, terlalu ekstrem, atau disertai judul bombastis patut dicermati lebih lanjut. Begitu pula dengan gambar atau video yang berpotensi telah dimanipulasi.

Untuk memastikan kebenaran informasi, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan pemeriksaan fakta, seperti TurnBackHoax.id dan CekFakta.com. Tanggal publikasi juga perlu diperhatikan karena tidak sedikit informasi lama yang kembali disebarkan dengan konteks yang berbeda. Ciri-ciri hoaks lainnya dapat dikenali dari penggunaan judul yang berlebihan, adanya ajakan untuk segera menyebarkan informasi, tidak adanya sumber yang jelas, hingga penggunaan nama lembaga atau sumber tertentu yang ternyata tidak sesuai.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terpancing emosi ketika menerima informasi, khususnya yang berkaitan dengan isu sensitif seperti agama, politik, maupun bencana. Informasi semacam ini perlu dianalisis secara tenang dan berdasarkan fakta. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, masyarakat juga dianjurkan mengikuti akun resmi serta media yang kredibel sebagai sumber informasi. Sebaliknya, informasi dari grup atau komunitas yang kerap menyebarkan kabar tanpa sumber yang jelas sebaiknya tidak langsung dipercaya.

Maraknya penyebaran hoaks dapat menimbulkan kerancuan informasi dan membentuk opini publik yang keliru. Jika tidak disikapi dengan bijak, penyebaran informasi palsu juga berpotensi memicu keresahan hingga perpecahan di tengah masyarakat. Karena itu, sebelum mempercayai dan membagikan sebuah informasi, masyarakat diharapkan selalu memeriksa sumber, memastikan fakta, dan berpikir kritis. Saring sebelum sharing, pastikan informasi benar sebelum diteruskan.

(Sumber:tribratanews.polri.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....