Cerdas Bermedia Digital, Jangan Mudah Terprovokasi Informasi Hoaks
- 20 Sep 2026 22:36 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Penyebaran berita bohong atau hoaks masih menjadi tantangan di tengah pesatnya penggunaan media digital. Informasi yang tidak benar dapat menimbulkan keresahan, memicu kesalahpahaman, hingga berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Dikutip dari laman polri.go.id menghentikan penyebaran hoaks merupakan tanggung jawab bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih bijak dan aman dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Salah satu langkah utama yang dapat dilakukan masyarakat adalah melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi. Setiap informasi yang diterima sebaiknya diperiksa terlebih dahulu dengan melihat sumber berita, membandingkannya dengan media resmi atau portal berita kredibel, serta memanfaatkan situs pemeriksa fakta seperti TurnBackHoax.id.
Masyarakat juga perlu mengenali ciri-ciri informasi yang patut dicurigai sebagai hoaks. Berita bohong umumnya menggunakan judul yang sensasional atau provokatif, tidak mencantumkan sumber yang jelas, menggunakan sumber palsu, hingga mendorong pembaca untuk segera menyebarkan informasi tanpa melakukan pengecekan. Selain itu, edukasi mengenai literasi digital juga dinilai penting. Masyarakat dapat mengajak keluarga, teman, dan lingkungan sekitar untuk membiasakan diri berpikir kritis serta tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Pemanfaatan teknologi juga dapat dilakukan untuk membantu menghentikan penyebaran hoaks. Pengguna media sosial dapat menggunakan fitur pelaporan terhadap konten yang diduga melanggar ketentuan, memblokir akun yang berulang kali menyebarkan informasi palsu, serta mengikuti sumber informasi yang kredibel. Masyarakat juga diimbau tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu sensitif, termasuk yang berkaitan dengan agama, politik, maupun perbedaan sosial. Sikap tenang dan teliti diperlukan agar seseorang tidak langsung bereaksi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Apabila menemukan informasi yang mengandung unsur ancaman, kebencian, atau fitnah, masyarakat dapat melaporkannya melalui saluran resmi yang tersedia, termasuk kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan meningkatkan literasi digital dan membiasakan diri melakukan verifikasi, masyarakat dapat berperan dalam menciptakan lingkungan informasi yang lebih sehat, aman, dan terpercaya. Pesan utamanya sederhana jangan biarkan emosi mengalahkan kehati-hatian. Saring informasi sebelum membagikan, periksa kebenarannya, dan hentikan penyebaran hoaks mulai dari diri sendiri.
(Sumber:tribratanews.polri.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....