Hoaks Bukan Sekadar Kebohongan, tetapi Ancaman bagi Kehidupan Sosial

  • 26 Jul 2026 00:23 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Penyebaran hoaks di media sosial terus menjadi ancaman serius bagi kehidupan bermasyarakat. Selain berpotensi memecah belah persatuan, informasi palsu juga dapat memicu kepanikan, merusak reputasi seseorang, hingga membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Media sosial kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari karena memudahkan masyarakat memperoleh serta menyebarkan berbagai informasi. Namun, kecepatan penyebaran informasi di ruang digital juga membuat berita bohong sering kali beredar lebih cepat dibandingkan fakta yang telah terverifikasi.

Mengutip informasi dari tribratanews.polri.go.id, hoaks yang dibiarkan menyebar tanpa kendali dapat mengganggu ketertiban sosial, menciptakan konflik, bahkan mengancam stabilitas negara. Informasi palsu kerap memanfaatkan isu sensitif, seperti suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), maupun isu politik untuk memecah belah masyarakat.

Tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial, hoaks juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat melalui penyebaran informasi medis yang tidak benar. Klaim obat tanpa dasar ilmiah, ajakan mengabaikan pengobatan medis, hingga informasi anti-vaksin dapat mendorong masyarakat mengambil keputusan yang keliru dan berisiko terhadap keselamatan.

Di bidang ekonomi, hoaks juga kerap dimanfaatkan sebagai modus penipuan dengan menawarkan bantuan sosial palsu, hadiah fiktif, maupun tautan berbahaya untuk mencuri data pribadi korban. Selain itu, berita bohong mengenai kelangkaan barang atau kondisi perusahaan tertentu dapat memicu kepanikan masyarakat dan mengganggu stabilitas perekonomian.

Penyebaran informasi palsu juga dapat merusak nama baik individu maupun lembaga yang menjadi sasaran fitnah. Informasi yang viral tanpa verifikasi berpotensi menghancurkan reputasi seseorang, memengaruhi kondisi psikologis korban, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga kesehatan, hingga media massa yang kredibel.

Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi merupakan langkah sederhana namun penting dalam memutus rantai penyebaran hoaks serta menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....