Jia CURATED 2026 Ajak Alam Bicara
- 12 Agt 2026 17:19 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Selama lima hari, Pantai Pengembak, Sanur, Bali, akan berubah menjadi ruang pertemuan bagi desain, kriya, seni, dan budaya melalui Jia CURATED 2026. Digelar pada 13 hingga 17 Agustus, acara ini mengangkat tema Nature Weave yang melihat hubungan manusia dengan alam sebagai sesuatu yang saling terhubung. Dikutip dari situs resmi Jia CURATED, tema ini mengajak desainer untuk melihat alam bukan sekadar sumber inspirasi visual, tetapi sebagai sistem yang perlu dipahami dan direspons dalam proses penciptaan. Konsep tersebut juga berkaitan dengan biophilia, yaitu dorongan manusia untuk kembali terhubung dengan lingkungan alami. Nama Jia sendiri berarti rumah dalam bahasa Mandarin. Sejak awal, Jia CURATED membawa gagasan gotong royong Indonesia dan pertukaran lintas budaya sebagai bagian dari identitas acaranya.
Di area pameran, gagasan tersebut diterjemahkan lewat pertemuan berbagai praktik desain dan kriya. Jia CURATED 2026 menghadirkan lebih dari 150 peserta pameran lokal dan internasional dengan lebih dari 250 brand yang bergerak di bidang product design, arsitektur, material, landscape, craftsmanship, hingga tekstil. Nama seperti Blancostudio, Kalpa Taru Bali, dan Ong Cen Kuang tercatat dalam daftar peserta resmi. Salah satu program yang menarik adalah The Intelligence of Surfaces dari Lamitak, yang mengolah riset material dan inovasi permukaan menjadi pengalaman ruang. Ada pula Architecture in Scale yang menampilkan maquette dari 25 studio di Indonesia dan Asia. Dikutip dari laman resmi Jia CURATED, rangkaian ini dirancang untuk mempertemukan craft, desain, dan narasi budaya dalam satu ruang yang lebih luas. Jadi, pengunjung tidak hanya datang untuk melihat benda jadi, tetapi juga bisa mengikuti cara sebuah gagasan diterjemahkan menjadi material dan bentuk.
Salah satu bagian yang paling kuat dari tema Nature Weave adalah Waste to Wonder. Program ini kembali menggunakan material yang sudah dibuang dan mengubahnya menjadi objek fungsional, furniture, hingga intervensi ruang. Pendekatannya sederhana, tetapi pesannya cukup tajam. Limbah tidak harus berhenti sebagai barang yang tidak berguna. Dengan teknik yang tepat dan keterampilan kriya, material tersebut bisa mendapatkan fungsi baru. Dikutip dari situs resmi Jia CURATED, Waste to Wonder memang dirancang untuk mengeksplorasi material bekas melalui metode sederhana dan low-tech, sekaligus melibatkan individu, kolektif, serta komunitas. Tahun ini, program tersebut juga terhubung dengan edukasi lingkungan melalui kolaborasi workshop. Gagasan ini membuat isu keberlanjutan terasa lebih konkret karena pengunjung dapat melihat bagaimana material bekas masuk kembali ke dalam kehidupan sehari-hari melalui desain.
Dan ketika matahari mulai turun, Jia CURATED bergeser dari ruang pamer menjadi ruang berkumpul. Program 360° Design Dialogues menghadirkan percakapan tentang craft, tekstil, arsitektur, seni, hingga bisnis desain. Ada sesi Weaving Craft into Contemporary Design, Textile Innovation, The Alchemy of Waste, serta pembahasan tentang hubungan seni dan arsitektur. Menjelang malam, pengunjung juga akan ditemani musik dan pertunjukan budaya. Jadwal resmi Jia CURATED mencatat penampilan Jasmine Okubo bersama Kadapat, Abink Ferry, Olen Riyanto, Soulfood Music, Sabtu Pagi, Nindy Noto, Krisna Floop, Kita Poleng, hingga Rhythm Rebels. Dengan format seperti ini, Jia CURATED 2026 terasa seperti ekosistem yang terus bergerak. Pameran memberi ruang untuk melihat, diskusi memberi ruang untuk berpikir, sementara musik dan pertunjukan memberi ruang untuk berkumpul. Tiket tersedia dalam pilihan 1-Day Pass dan 5-Day Pass.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....