Culture Spirit Bawa Espolòn ke Indonesia

  • 12 Agt 2026 17:47 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Sabtu, 25 Juli 2026, ASHTA District 8, Jakarta, menjadi titik perkenalan Espolòn Tequila di Indonesia melalui Culture Spirit. Acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara tequila, seni, musik, dan komunitas kreatif. Berdasarkan informasi acara yang dibagikan oleh penyelenggara dan komunitas yang terlibat, Culture Spirit menghadirkan sejumlah nama dari dunia bar, fashion, seni, dan musik dalam satu rangkaian pengalaman. Espolòn Cristalino menjadi produk yang diperkenalkan secara resmi melalui exclusive tasting dan cocktail experience. Lima bar, yaitu Cat Bite Club, Carrots Jakarta, The Golden Tooth Bar, Dualism Bar, dan Bar Truce, ikut mengambil alih area bar dengan interpretasi masing-masing terhadap karakter Cristalino.

Cerita kemudian bergerak dari meja bar ke lantai dansa dan ruang diskusi. Eastriderz Crew membawa energi breakdance, sementara creative panel mempertemukan Tamish Aswani dari AGLXY, Edson Sabajo dari Patta, dan Gabriel Lowe dari Cat Bite Club. Kehadiran mereka memperlihatkan bagaimana Culture Spirit mencoba menempatkan produk dalam konteks komunitas yang lebih luas. Musik menjadi bagian penting dari atmosfer malam itu melalui penampilan Gerry Blaze, Ax - Cuse Me, C.N.M, dan Edson Sabajo. Kilo Jakarta melengkapi pengalaman dengan sajian bites. Dari rangkaian ini, Culture Spirit terasa seperti agenda yang mempertemukan berbagai bentuk ekspresi dalam satu ruang, bukan sekadar acara perkenalan produk.

Sisi visual mendapat porsi besar melalui JICAF yang menghadirkan karya 10 seniman Indonesia, yaitu Witchkana, Destiantos, Mahendra Nazar, Tamish Aswani atau Prontopixel, Alphabad, Mbetand, Comolo, Rogue Sincerity, Supergunz, dan Alidestroy. Karya yang ditampilkan bergerak dari ilustrasi hingga pendekatan seni kontemporer dan eksperimental. Pilihan ini relevan dengan identitas Espolòn yang sejak awal membangun citra melalui perpaduan tradisi Meksiko dan pendekatan visual yang kuat. Dikutip dari situs resmi Espolòn Tequila, merek ini lahir di Los Altos de Jalisco dan didirikan oleh Maestro Cirilo pada 1990-an dengan gagasan untuk mempertahankan tradisi tequila sambil memberi ruang bagi pendekatan yang lebih inovatif. Situs resmi Espolòn juga menjelaskan bahwa produksinya menggunakan 100 persen Blue Weber agave dan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemanenan, pemasakan, penggilingan, fermentasi, distilasi, hingga pematangan.

Di tengah Culture Spirit, Espolòn Cristalino menjadi salah satu pusat perhatian. Berdasarkan penjelasan resmi Espolòn Tequila, Cristalino dibuat dari 100 persen Blue Weber agave dengan perpaduan Añejo dan sedikit Extra Añejo, kemudian disaring menggunakan karbon untuk menghasilkan tampilan transparan tanpa menghilangkan karakter rasanya. Espolòn menyebut profilnya menghadirkan aroma dan rasa agave yang dikaramelisasi, madu, serta sentuhan buah dan oak pada bagian akhir. Produk ini juga disebut dapat dinikmati neat atau dalam kondisi dingin. Dengan membawa karakter tersebut ke dalam bar takeover, pameran seni, breakdance, creative panel, dan DJ experience, Culture Spirit membangun pesan yang cukup jelas. Espolòn ingin masuk ke Indonesia melalui komunitas yang memiliki cara sendiri dalam membaca budaya, menciptakan karya, dan mengekspresikan identitas. Pada akhirnya, Culture Spirit menjadi pertemuan antara sebuah produk tequila dengan ekosistem kreatif yang terus mencari bentuk baru untuk menyampaikan budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....