JF3 Perkuat Kolaborasi Fashion Global
- 08 Agt 2026 21:35 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – BRI JF3 Fashion Festival kembali digelar pada 2026 dengan puncak acara berlangsung pada 23 hingga 29 Juli mengusung tema Recrafted. Shaping the Future. Lebih dari sekadar pekan mode, JF3 kembali menegaskan posisinya sebagai ruang bertemunya kreativitas, kolaborasi, dan pengembangan industri fashion. Sejak pertama kali diselenggarakan lebih dari dua dekade lalu, festival ini terus menghadirkan pendekatan yang berbeda, mulai dari konsep panggung hingga kurasi desainer. Dikutip dari keterangan resmi JF3 Fashion Festival, tema tahun ini menyoroti pentingnya membangun masa depan industri mode melalui inovasi, keberlanjutan, serta kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat perkembangan fashion di kawasan Asia.
Semangat itu juga ditegaskan oleh Advisor JF3 Fashion Festival, Thresia Mareta. Dalam keterangan resminya, ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan craftsmanship, material, pengetahuan, dan identitas budaya yang sangat besar. Namun menurutnya, seluruh potensi tersebut tidak akan berkembang apabila hanya berhenti sebagai warisan budaya. Karena itu, JF3 berupaya membuka ruang agar para desainer dapat bertemu, bertukar gagasan, membangun jaringan, sekaligus menemukan peluang untuk melangkah ke pasar internasional. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa JF3 tidak hanya berfungsi sebagai ajang peragaan busana, tetapi juga sebagai platform pengembangan ekosistem kreatif yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai latar belakang.
Edisi tahun ini menghadirkan lebih dari 50 desainer dan brand dari Indonesia, Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Eropa. Nama nama seperti Tities Sapoetra dan Hartono Gan mewakili kekuatan fashion Indonesia, sementara kehadiran LOUISE MARCAUD dan École Duperré Paris memperluas ruang dialog dengan industri mode Eropa. Kolaborasi regional juga menjadi salah satu sorotan melalui ASEAN Fashion Designers Showcase yang menghadirkan Erjohn dela Serna House of Designs dari Filipina, KINNALY dari Laos, serta Indra Murak dari Singapura. Dari Korea Selatan, JF3 bekerja sama dengan Busan Fashion Week untuk menghadirkan OHGYO, CONSTELLER D.L., serta desainer Hahm Eun Jung. Menurut informasi resmi penyelenggara, keberagaman peserta tersebut menjadi bukti bahwa JF3 semakin berkembang sebagai panggung pertukaran ide kreatif di tingkat internasional.
Kolaborasi tidak berhenti pada hubungan antarnegara. Program akselerator PINTU kembali menjadi ruang bagi desainer muda untuk bertumbuh bersama pelaku industri yang lebih mapan. Salah satu hasil kolaborasi yang menarik perhatian adalah TAREET, label milik Etienne, yang tampil bersama DENIMITUP sebagai peserta program tersebut. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa JF3 tidak hanya menghadirkan nama besar, tetapi juga membangun regenerasi industri melalui pendampingan dan kerja sama kreatif. Dengan menggabungkan desainer mapan, talenta baru, institusi pendidikan, hingga mitra internasional dalam satu panggung, BRI JF3 Fashion Festival 2026 memperlihatkan bahwa masa depan fashion Indonesia dibangun melalui kolaborasi yang terkurasi, bukan sekadar banyaknya peserta yang terlibat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....