Osaka Menjadi Kanvas Imajinasi

  • 24 Jun 2026 18:01 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Kota Osaka kembali berubah menjadi ruang pamer raksasa lewat Osaka Art & Design 2026. Setelah pertama kali digelar pada 2023, festival seni dan desain ini terus berkembang menjadi salah satu agenda kreatif paling menarik di Jepang. Tahun ini OAD mengusung tema “Infinitize. Unleashing Imagination”, sebuah ajakan untuk membebaskan imajinasi dan memperluas kemungkinan kreatif tanpa batas. Dikutip dari keterangan resmi Osaka Art & Design, tema tersebut lahir dari semangat untuk menerjemahkan inspirasi global yang mengalir ke Osaka pasca Expo menjadi karya-karya baru yang mampu memicu kreativitas generasi berikutnya. Selama hampir satu bulan, area Kyomachibori, Nakanoshima, Umeda, Shinsaibashi hingga Namba akan dipenuhi karya seniman Jepang dan internasional yang hadir bukan hanya di galeri, tetapi juga di department store, pusat komersial, terminal kereta, hingga toko interior yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga kota.

Salah satu daya tarik terbesar tahun ini hadir di Hankyu Umeda Main Store. Seniman kontemporer Jepang, Yuichi Hirako, dipercaya merancang area jendela concourse lantai satu melalui proyek bertajuk “NON NATURE” yang menampilkan karakter visual khasnya, memadukan figur manusia dan elemen tumbuhan dalam satu dunia surealis. Dikutip dari panduan program OAD dan sejumlah publikasi seni internasional, Hirako juga mengkurasi pameran kelompok yang digelar di Hankyu Umeda Gallery dan Art Stage, sementara karya berskala besar turut dipamerkan di SHUKUSAI Plaza. Di sisi lain kota, Daimaru Shinsaibashi yang tahun ini merayakan usia ke-300 menghadirkan tema “Phoenix” melalui karya para kreator seperti Seitaro Kuroda, Kazuyoshi Saeki, Shiraco Collection, dan Kohei Yamashita. Kehadiran karya-karya tersebut memperlihatkan bagaimana OAD tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang dialog antara sejarah, identitas kota, dan gagasan masa depan.

Perjalanan seni di OAD 2026 juga terasa semakin inklusif karena pengunjung tidak perlu memasuki museum untuk menikmatinya. Di Stasiun JR Osaka, instalasi imersif yang terinspirasi dari dunia buku bergambar mengajak pengunjung masuk ke ruang narasi visual yang menampilkan karya ilustrator populer seperti Colobockle. Pendekatan inilah yang membuat OAD berbeda. Menurut publikasi resmi festival dan ulasan budaya dari Time Out Osaka, pengalaman menikmati seni di sini lebih menyerupai perburuan kreatif di tengah kota daripada kunjungan ke satu lokasi pameran. Setiap sudut kota berpotensi menghadirkan kejutan visual baru. Dari plaza publik hingga bangunan komersial, batas antara ruang urban dan ruang seni menjadi semakin kabur.

Ambisi OAD memang lebih besar daripada sekadar menghadirkan karya seni. Penyelenggara ingin memperkuat posisi Osaka sebagai kota kreatif yang mampu menghubungkan energi seni dan desain dari kawasan Kansai dengan dunia internasional. Data resmi penyelenggara menunjukkan bahwa edisi sebelumnya melibatkan 760 kreator, memamerkan karya di 65 lokasi, dan menarik lebih dari 680 ribu pengunjung. Angka tersebut menunjukkan bahwa publik semakin tertarik pada format festival yang membawa seni keluar dari ruang eksklusif dan menempatkannya langsung di tengah kehidupan kota. Melalui OAD 2026, Osaka tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga menunjukkan bagaimana sebuah kota dapat menjadi medium kolaborasi yang mempertemukan seniman, pelaku desain, bisnis, dan masyarakat dalam satu percakapan kreatif yang terus berkembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....