Jejak Kampus dalam Satu Box Set
- 13 Jun 2026 22:35 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Tidak banyak arsip musik independen yang mampu bertahan lintas generasi. Karena itu, rilisan ulang Kampus 24 Jam Hits menjadi lebih dari sekadar proyek nostalgia. Bersama Lamunai Records, 24 Jamming kembali menghadirkan tiga volume kompilasi yang merekam denyut skena musik Institut Kesenian Jakarta dari berbagai periode penting. Arsip ini memuat karya dari sekitar 50 band dan musisi yang pernah tumbuh di lingkungan IKJ, termasuk White Shoes & The Couples Company, The Upstairs, Indische Party, hingga Sisitipsi. Dikutip dari keterangan resmi yang dibagikan melalui akun media sosial 24 Jamming dan Lamunai Records, proyek ini lahir dari keinginan untuk menjaga memori kolektif sebuah skena yang selama puluhan tahun menjadi ruang bertemunya musisi, seniman, dan berbagai eksperimen kreatif.
Kompilasi tersebut dirilis dalam format box set yang mencakup Volume 1 tahun 2002, Volume 2 tahun 2007, dan Volume 3 tahun 2016. Menariknya, rilisan ini tidak hanya berisi musik. Setiap paket juga dilengkapi booklet berisi catatan arsip, materi dokumentasi, poster screen-printed, paket stiker, serta liner notes yang ditulis oleh Jimi Multhazam. Kehadiran materi pendamping ini membuat box set tersebut terasa seperti kapsul waktu yang membawa pendengarnya kembali ke berbagai fase perkembangan musik independen Jakarta. Jika album biasa berfungsi sebagai dokumentasi suara, maka Kampus 24 Jam Hits juga berfungsi sebagai dokumentasi budaya yang merekam bagaimana sebuah komunitas tumbuh dan saling memengaruhi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sejarah 24 Jamming sendiri memiliki posisi yang unik dalam ekosistem musik independen Indonesia. Sejak awal 2000-an, kolektif ini dikenal aktif mendokumentasikan kehidupan kreatif mahasiswa IKJ melalui rekaman, video, pertunjukan, hingga berbagai bentuk arsip lainnya. Banyak nama yang kini dikenal luas memulai perjalanan mereka dari ruang-ruang kecil kampus tersebut. Karena itu, rilisan ulang ini menjadi pengingat bahwa perkembangan musik independen Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba. Ada jaringan komunitas, ruang berkumpul, dan kerja dokumentasi yang terus dijaga selama bertahun-tahun. Dikutip dari unggahan resmi 24 Jamming, semangat "Kampus 24 Jam" yang mereka usung sejak awal tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan arsip dan cerita di balik karya-karya tersebut.
Semangat itu juga terlihat dari langkah terbaru mereka yang menghidupkan kembali arsip video dan kisah di balik lagu melalui seri unggahan Behind The Track di media sosial. Di tengah era ketika konten bergerak cepat dan mudah terlupakan, upaya merawat arsip justru menjadi semakin penting. Kampus 24 Jam Hits bukan hanya mengajak pendengar lama bernostalgia, tetapi juga memberi kesempatan bagi generasi baru untuk memahami bagaimana sebuah skena terbentuk. Dengan harga Rp250.000, box set ini menawarkan lebih dari sekadar koleksi musik. Ia menjadi pintu masuk untuk menelusuri sejarah, pertemanan, dan semangat independen yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan musik Indonesia selama lebih dari dua dekade.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....