Gorengan Jadi Seni Global
- 19 Apr 2026 05:04 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Kebiasaan sederhana seperti bungkus gorengan ternyata menyimpan isu besar. Di tangan Adi Sundoro, praktik ini berubah jadi kritik tajam soal kebocoran data. Lewat karya Seeking Into the Folds, ia membawa fenomena penggunaan dokumen bekas sebagai bungkus makanan ke panggung internasional di The Print Center, Philadelphia. Karya ini tidak berdiri sendiri. Dikutip dari publikasi resmi The Print Center, pameran ini merupakan bagian dari 100th ANNUAL International Competition yang memilih tiga pemenang dari lebih dari 720 seniman global. Ini bukan angka kecil. Artinya kurasi dilakukan ketat dan berbasis kualitas gagasan serta relevansi isu.
Pendekatan Adi tidak berhenti pada visual. Ia mengolah material nyata yang beredar di ruang publik. Dokumen yang seharusnya privat justru berakhir di jalanan. Ini membuka celah diskusi tentang lemahnya kesadaran perlindungan data. Perspektif ini sejalan dengan laporan Electronic Frontier Foundation yang menyoroti bahwa kebocoran data sering terjadi bukan hanya karena sistem digital, tapi juga praktik analog yang diabaikan. Karya ini jadi pengingat. Ancaman tidak selalu datang dari teknologi tinggi. Kadang justru dari kebiasaan sehari-hari yang dianggap remeh.
Di sisi lain, dua pemenang lain menghadirkan pendekatan berbeda. Glen Baldridge lewat The Pond mengeksplorasi kehidupan nokturnal dengan teknik print eksperimental berbasis observasi alam di Maine. Sementara Mary Enoch Elizabeth Baxter membawa isu historis lewat Epilogues of the Black Madonna yang menyoroti eksploitasi citra anak perempuan kulit hitam. Menurut arsip kuratorial The Print Center, ketiganya dipilih karena mampu menggabungkan teknik cetak dengan narasi sosial yang kuat. Ini menunjukkan bahwa medium tradisional seperti printmaking masih relevan untuk membaca realitas kontemporer.
Perjalanan Adi sendiri menunjukkan konsistensi. Latar belakangnya dari Universitas Negeri Jakarta membentuk fondasi akademik yang kuat. Ia juga aktif di kolektif Grafis Huru Hara yang fokus pada eksperimen seni grafis. Sebelumnya, karyanya tampil di Aomori Contemporary Art Center dan Museum MACAN. Pameran di Philadelphia yang berlangsung 23 Januari sampai 4 April 2026 ini mempertegas posisi tersebut. Bukan sekadar tampil, tapi membawa isu lokal ke diskursus global. Pertanyaannya sekarang, apakah praktik sederhana seperti bungkus gorengan akan mulai kamu lihat sebagai bagian dari persoalan yang lebih besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....