Phantom Combatants Tontey di Venezia
- 11 Apr 2026 17:17 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Natasha Tontey membawa proyek terbesarnya ke La Biennale di Venezia lewat karya The Phantom Combatants and the Metabolism of Disobedient Organs. Instalasi multimedia ini tidak berdiri sebagai tontonan pasif. Ia terasa seperti ruang konflik. Sejarah, tubuh, dan teknologi dipaksa bertemu dalam satu medan. Karya ini merupakan komisi bersama LAS Art Foundation dan Amos Rex. Dikutip dari materi kuratorial kedua institusi tersebut, proyek ini memang dirancang sebagai eksplorasi lintas disiplin yang mendorong cara baru membaca tubuh dan kekuasaan di era digital.
Tontey mengambil titik berangkat dari sosok Len Karamoy dalam konteks Permesta Rebellion. Tapi ia tidak berhenti di sejarah literal. Karamoy dipecah menjadi entitas jamak yang disebut Phantom Combatants. Sosok ini hadir sebagai kumpulan pejuang hantu dengan tubuh mutan dan organ yang tidak patuh. Pendekatan ini menarik, tapi juga perlu diuji. Ketika figur historis diubah menjadi mitos spekulatif, ada risiko reduksi konteks politik aslinya. Namun di sisi lain, strategi ini membuka ruang tafsir baru. Sejarah tidak lagi kaku. Ia bisa dinegosiasikan ulang lewat imajinasi visual.
Akar Minahasa jadi fondasi penting dalam karya ini. Identitas yang dimiliki Tontey dan Karamoy diterjemahkan lewat elemen ritual, kosmologi, dan praktik shamanistik. Semua ini tidak ditampilkan secara folklorik. Ia dipadukan dengan teknologi seperti LiDAR, thermal camera, fotogrametri, dan ghost imaging. Dikutip dari dokumentasi praktik seni media baru oleh ZKM Center for Art and Media, teknologi pemindaian seperti ini sering digunakan untuk membaca tubuh dan ruang sebagai data. Tontey memanfaatkan logika itu, lalu membaliknya. Tubuh tidak hanya dipetakan. Ia melawan proses pemetaan itu sendiri.
Secara visual, karya ini bergerak di wilayah yang tidak biasa. Estetika film kelas B, CGI, dan kostum teatrikal bercampur dengan narasi pengkhianatan dan balas dendam. Ini bukan sekadar gaya. Ini strategi. Dengan estetika yang terasa “tidak serius”, Tontey justru menyisipkan kritik serius tentang siapa yang berhak atas tubuh, pengetahuan, dan tanah. Karya ini akan dipresentasikan pada 9 Mei hingga 25 Oktober 2026 di Ateneo Veneto. Pertanyaan yang ia lempar jelas. Apakah tubuh benar milik individu, atau sudah lama jadi wilayah yang diperebutkan oleh sistem yang lebih besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....