SIFA 2026 Ajak Kamu Bermain Seni

  • 11 Apr 2026 17:01 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Singapore International Festival of Arts kembali hadir dengan arah yang terasa segar lewat slogan Let’s Play!. Festival ini tidak sekadar mengajak kamu menonton, tapi mendorong kamu terlibat langsung dengan ruang publik lewat pendekatan bermain. Diselenggarakan oleh Arts House Limited atas komisi National Arts Council, edisi tahun ini menandai hampir lima dekade perjalanan seni di Singapura. Dikutip dari pernyataan resmi penyelenggara dalam materi program mereka, pendekatan “bermain” dipilih untuk memicu interaksi yang lebih spontan antara karya, ruang, dan audiens.

Di balik tema ini, Chong Tze Chien sebagai Festival Director menyusun kerangka kuratorial tiga tahun yang cukup ambisius. Tahun 2026 dibuka dengan Legacy, lalu berlanjut ke Roots pada 2027, dan ditutup dengan Renaissance pada 2028. Dikutip dari catatan kuratorial yang ia bagikan dalam forum seni dan materi festival, trilogi ini dirancang untuk membaca lanskap seni Singapura secara utuh. Mulai dari warisan, kondisi saat ini, hingga kemungkinan masa depan. Pendekatan ini menarik, tapi juga perlu diuji. Apakah narasi besar seperti ini benar-benar terasa di pengalaman penonton, atau hanya kuat di level konsep, itu akan terlihat saat festival berjalan.

SIFA 2026 juga menghidupkan kembali konsep Festival Village yang sempat populer di era 1990-an hingga awal 2000-an. Kamu bisa menemukan pertunjukan gratis, ruang komunal, dan interaksi langsung dengan seniman lokal. Salah satu karya yang muncul adalah Just Keep Swimming, Just Keep Swimming dari The Theatre Practice yang mengolah memori lewat pendekatan performatif. Ada juga instalasi suara dari The Observatory yang berangkat dari riset seismik dan aktivitas vulkanik. Dikutip dari catatan proyek kreatif mereka, eksplorasi ini mencoba menerjemahkan data ilmiah menjadi pengalaman audio yang imersif. Di sisi lain, Makan Culture membawa pendekatan yang lebih ringan lewat kombinasi puppetry dan teater yang mengangkat identitas kuliner Singapura.

Tidak berhenti di lokal, festival ini juga membuka ruang kolaborasi global. Salah satu yang menonjol adalah LACRIMA karya Caroline Guiela Nguyen yang membedah sisi manusia di balik industri haute couture melalui cerita pernikahan kerajaan fiksi. Dikutip dari catatan produksi yang dipresentasikan dalam tur internasionalnya, karya ini menyorot isu tenaga kerja, kerahasiaan, dan tekanan emosional dalam sistem kerja kreatif. SIFA 2026 akan berlangsung pada 15 sampai 30 Mei 2026. Tiket early bird sudah dibuka sejak 12 Maret. Jika kamu lihat pola programnya, festival ini tidak hanya menjual tontonan, tapi juga menguji cara kamu berinteraksi dengan seni. Pertanyaannya, apakah publik siap untuk benar-benar “bermain”, atau tetap memilih jadi penonton pasif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....