Gen Z dan Kebangkitan Analog
- 17 Mar 2026 20:25 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Ada pergeseran menarik yang sedang terjadi. Di tengah dominasi streaming dan konten serba instan, justru generasi yang lahir di era digital memilih kembali ke format fisik. Dikutip dari Fortune, Gen Z menjadi pendorong utama pertumbuhan musik analog dan buku cetak di Amerika Serikat dan Inggris. Data dari Recording Industry Association of America menunjukkan penjualan vinyl di AS melonjak dari 14,2 juta dolar pada 2006 menjadi lebih dari 1,4 miliar dolar pada 2022. Ini bukan sekadar nostalgia. Generasi ini tidak tumbuh dengan vinyl. Mereka memilihnya. Ada intensi, bukan kebiasaan.
Pilihan ini berkaitan dengan identitas. Format fisik memberi pengalaman yang tidak bisa direplikasi oleh streaming. Kamu memegang album. Kamu membaca liner notes. Kamu mendengar suara dengan karakter berbeda. Dikutip dari British Phonographic Industry, penjualan vinyl di Inggris mencapai 6,7 juta unit pada 2023 dan mencatat pertumbuhan selama 17 tahun berturut-turut. Menariknya, kelompok usia 16 sampai 24 tahun menjadi kontributor besar. Ini menunjukkan bahwa konsumsi bukan lagi soal akses paling cepat, tetapi pengalaman paling terasa. Di sini, analog menjadi bentuk resistensi terhadap konsumsi digital yang terlalu cepat dan mudah dilupakan.
Tren ini juga terlihat di ruang live experience. Dikutip dari laporan Live Nation Entertainment, tahun 2025 menjadi salah satu periode dengan jumlah penonton konser tertinggi secara global. Sementara itu, riset dari UK Music pada 2022 mencatat remaja usia 17 sampai 18 tahun hampir dua kali lebih sering menghadiri konser dalam satu bulan dibanding kelompok usia lain. Ada pola yang jelas. Gen Z tidak hanya ingin mendengar musik. Mereka ingin merasakan, hadir, dan terlibat langsung. Ini menggeser nilai dari kepemilikan digital ke pengalaman nyata.
Namun ada konsekuensi yang tidak bisa diabaikan. Biaya menjadi lebih tinggi. Kamu tetap berlangganan platform digital, lalu membeli vinyl, CD, atau tiket konser yang tidak murah. Dalam laporan Fortune disebutkan adanya fenomena membayar dua kali. Pertama untuk ekosistem digital. Kedua untuk kepuasan memiliki objek fisik. Ini membuka pertanyaan penting. Apakah ini tren jangka panjang atau fase eksperimental Gen Z. Jika melihat konsistensi pertumbuhan selama lebih dari satu dekade dan dorongan identitas yang kuat, ada indikasi ini bukan sekadar tren sementara. Ini pergeseran cara generasi baru memberi nilai pada musik dan pengalaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....