Chromepelago Menjadi Warna Baru UIFW 2026
- 13 Mar 2026 04:38 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – UI Fashion Week 2026 kembali digelar dengan pendekatan yang menempatkan fashion sebagai ruang ekspresi budaya anak muda. Tahun ini tema Chromepelago Reviving Nusantara Hues menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh rangkaian acara.
Tema tersebut mencoba membaca ulang spektrum warna yang lahir dari lanskap budaya Indonesia. Mulai dari tekstil tradisional hingga interpretasi modern yang muncul dalam praktik fashion kontemporer. Melalui tema ini, penyelenggara menempatkan warna sebagai simbol identitas dan keberagaman Nusantara. Dalam beberapa catatan kuratorial yang dibagikan melalui akun resmi UIFW di Instagram, panitia menjelaskan bahwa Chromepelago menggabungkan dua kata. Chrome yang merujuk pada spektrum warna. Archipelago yang merujuk pada kepulauan Indonesia. Konsep ini mencoba menunjukkan bagaimana identitas visual Indonesia terus dinegosiasikan antara tradisi dan inovasi.
Perhelatan UIFW 2026 berlangsung di Mercure Jakarta Gatot Subroto dan menghadirkan runway yang diposisikan sebagai ruang narasi visual. Enam sesi pertunjukan diberi nama dari pulau dan destinasi ikonik Indonesia seperti Alor, Halmahera, Kanawa Island, Wakatobi, Medewi Beach, hingga Batu Karas. Setiap sesi membawa pendekatan visual yang berbeda, seolah mengajak penonton melakukan perjalanan lintas pulau melalui bahasa desain. Dalam diskusi yang disampaikan oleh tim kurator UIFW melalui materi presentasi acara yang dibagikan di Instagram, runway tidak hanya dimaksudkan sebagai tempat memamerkan busana. Runway diperlakukan sebagai medium storytelling yang menghubungkan desain, warna, dan konteks geografis Indonesia.
Beberapa label dan desainer lokal turut mengisi runway UIFW tahun ini. Di antaranya Adriebasuki, TAKKAN, ATMERE, hingga Pleatsssi. Kehadiran mereka menunjukkan bagaimana generasi desainer muda membaca ulang identitas Nusantara melalui pendekatan yang berbeda. Ada yang mengolah tekstur kain tradisional menjadi siluet modern. Ada pula yang mengeksplorasi warna dan struktur material secara lebih eksperimental. Menurut catatan diskusi industri yang dimuat dalam jurnal mode Business of Fashion, tren fashion generasi baru memang semakin menekankan pendekatan cultural reinterpretation. Desainer muda tidak lagi sekadar mereplikasi motif tradisional. Mereka mengolahnya kembali agar relevan dengan lanskap mode global.
Selain runway show, UIFW 2026 juga menyoroti pentingnya ekosistem kreatif dalam industri fashion. Sebanyak 21 brand lokal terlibat dalam berbagai program yang menafsirkan tema Chromepelago melalui desain mereka. Acara ini juga membuka jalur baru bagi talenta muda melalui program Model Hunt yang bekerja sama dengan 2ICONS. Program ini bertujuan menjaring wajah baru yang bisa masuk ke radar industri modeling. Di sisi lain, bazaar brand lokal menjadi ruang interaksi langsung antara label dan audiens. Dalam penjelasan yang dibagikan oleh penyelenggara melalui Instagram UIFW, bazaar tersebut dirancang untuk memperkuat sirkulasi dukungan bagi pelaku lokal sekaligus menempatkan fashion sebagai bagian dari budaya populer yang beririsan dengan komunitas dan ekonomi kreatif. Dari runway hingga bazaar, UIFW 2026 menunjukkan bahwa fashion bukan hanya soal pakaian. Fashion juga menjadi cara generasi muda membaca identitas dan merayakan keberagaman Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....