Festival Sinema Prancis Kembali Menggeliat
- 06 Des 2025 17:21 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Tahun ini, film dan sejarah bertemu dalam satu napas. Dikutip dari unggahan @ifi_indonesia, Festival Sinema Prancis 2025 resmi berjalan berdampingan dengan rilisnya Nouvelle Vague, film terbaru Richard Linklater yang hadir sebagai reinterpretasi proses pembuatan Breathless karya Jean-Luc Godard.
Munculnya film ini terasa seperti gema baru dari gelombang sinema Prancis yang sejak era Nouvelle Vague selalu bicara tentang kedekatan manusia dengan realitas. Festival tahun ini ikut merayakan semangat itu dengan cara menyebarkan sinema Prancis ke empat belas kota di Indonesia.
Sinema Prancis sejak lama dikenal dengan pendekatan naratif yang tajam terhadap kehidupan sehari-hari. Dikutip dari arsip film yang dibagikan akun IFI, karya seperti 400 Blows hingga Nouvelle Vague versi 1990 membawa penonton masuk ke ruang-ruang kecil kehidupan, menghadirkan kejujuran manusia yang rapuh. Prinsip cinéma vérité yang mengutamakan spontanitas dan realisme ikut membentuk cara film-film tersebut berbicara tentang kesunyian, keterasingan, dan kontradiksi hidup. Festival tahun ini memperkenalkan kembali gaya tersebut kepada penonton baru, sekaligus membuka pintu bagi pembacaan ulang terhadap warisan sinema Prancis.
Yang menarik, gelombang apresiasi terhadap sinema Prancis tidak hanya datang dari Prancis itu sendiri. Banyak auteur dari luar negeri ikut menghadirkan karya yang menjadi surat cinta untuk estetika Prancis. Richard Linklater melakukannya melalui Nouvelle Vague yang ia sebut sebagai hommage untuk Godard. Sementara itu Karim Bensalah lewat Six Pieds sur Terre menghadirkan penelusuran identitas, spiritualitas, dan budaya di Prancis kontemporer. Dikutip dari behind-the-scenes yang dibagikan para pembuat film, keberagaman ini menunjukkan bahwa sinema Prancis terus membuka ruang dialog, bukan hanya retrospektif nostalgia.
Festival Sinema Prancis 2025 menayangkan dua puluh film, termasuk animasi seperti Maya, donne-moi un titre dan thriller drama Borgo. Program ini berlangsung dari 21 November sampai 5 Desember 2025 di Cinema XXI, Institut français d’Indonésie, Alliance Française, serta berbagai lokasi mitra. Dengan kurasi yang mempertemukan film klasik, karya kontemporer, dan film lintas-genre, festival ini mencoba membawa sensasi menonton yang membentang dari kesederhanaan gaya Godard hingga kompleksitas sinema modern. Untuk jadwal penayangan, daftar film, dan cara menghadiri festival, kamu bisa mengikuti pembaruan melalui @ifi_indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....