FKSM Rayakan Seni Media di Cirebon
- 06 Des 2025 17:08 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Di kota yang penuh persilangan seperti Cirebon, seni kembali menemukan jalannya untuk bicara tentang keseharian. Festival Komunitas Seni Media 2025 resmi berlangsung pada 17 sampai 23 November di Kompleks Gudang Pelabuhan PT Pelindo.
Dikutip dari pengumuman resmi @fksm.indonesia, edisi ini membawa tema Rentang Lawang yang membaca Cirebon sebagai wilayah ambang. Sebuah ruang peralihan tempat budaya pesisir, spiritualitas, perdagangan, dan kosmopolitanisme bertemu. Letak geografisnya yang berada di persilangan Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi dasar kenapa Cirebon dianggap seperti pintu yang selalu terbuka bagi gagasan baru.
Rentang Lawang diterjemahkan lebih jauh melalui kurasi program yang menyoroti lapisan identitas kota. Dikutip dari pernyataan Yudi Ahmad Tajudin yang dibagikan lewat akun resminya, FKSM ingin menelusuri simpul-simpul kota, di mana materialitas dan spiritualitas muncul berdampingan.
Tahun ini, 21 karya eksperimentasi media dari 90 seniman dihadirkan. Dengan komposisi 8 karya individu, 9 kolaborasi, 3 karya kolektif, dan 2 segmen khusus, FKSM mempertemukan banyak dunia. Seniman dari Jawa Barat hingga Bukittinggi terlibat, termasuk tromarama, Rully Shabara, Komunitas Api-Api, Sembilan Matahari, hingga kreator lokal seperti Ellsa Berland, Farida Mahri, dan Hadi Purnomo.
Selama tujuh hari perhelatan, FKSM menghadirkan rangkaian program yang bergerak luwes di antara disiplin dan teknologi. Dikutip dari dokumentasi berbagai peserta festival, pengunjung disuguhi pameran seni media, pertunjukan silang-media, lokakarya, diskusi publik, layar tancap, panggung senja, hingga aktivasi komunitas yang berlangsung paralel di dalam dan sekitar area pelabuhan.
Lebih dari 28 ribu pengunjung tercatat hadir. Angka itu memperlihatkan bagaimana FKSM tumbuh menjadi ruang temu yang memperluas perspektif penonton tentang relasi seni, kota, dan kehidupan sehari-hari.
Dalam konferensi pers yang dibagikan oleh sejumlah peserta di Instagram, Ahmad Mahendra sebagai Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan menegaskan bahwa FKSM berfungsi sebagai forum gagasan lintas daerah dan lintas disiplin.
FKSM bukan hanya pameran seni media. Ini adalah dapur besar tempat pertemuan ide, eksperimen, dan dialog. Ia menjadikan kota bukan sekadar latar, tetapi ruang hidup yang ikut membentuk karya. Melalui FKSM 2025, Cirebon tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga mitra kreatif bagi para seniman yang mencoba membaca ulang dunia melalui medium yang terus berevolusi.
(Sultan Jody Akbar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....