JAFF Market Jadi Dapur Perfilman Baru

  • 06 Des 2025 16:42 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Seperti Lamia dalam film The President’s Cake yang hanya bisa menciptakan kuenya ketika semua bahan terkumpul, industri film juga butuh komponen lengkap agar bisa tumbuh dan bertahan.

Dikutip dari unggahan @jaffjogja, analogi inilah yang kemudian melahirkan JAFF Market, ruang turunan dari festival induknya yang dirancang untuk mempertemukan sineas, produser, pekerja kreatif, dan para penikmat film dalam satu ekosistem. Edisi tahun ini terasa spesial karena selaras dengan perayaan 20 tahun JAFF yang kembali menekankan pentingnya keberlanjutan industri film Asia Tenggara.

Dalam opening ceremony, JAFF Market Director LG Awwaludin menyampaikan fakta yang cukup menggugah. Dikutip dari pernyataan yang ia unggah melalui Instagram, Indonesia dan Asia Tenggara kini dipandang bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga pusat kreatif sekaligus tujuan investasi.

Pernyataan ini memberi gambaran mengapa edisi kedua JAFF Market hadir dengan jangkauan program yang lebih luas. JAFF Future Project membuka jalan bagi proyek film baru, JAFF Content Market mempertemukan potensi distribusi dengan para pembeli konten, sementara Talent Day menjadi ruang pertemuan talenta lintas disiplin yang ingin memperluas jejaring.

Selama tiga hari perhelatan di Jogja Expo Center, energi kreatif JAFF Market terasa penuh. Dikutip dari dokumentasi yang dibagikan para peserta melalui media sosial, ratusan booth dari dalam dan luar negeri ikut terlibat. Booth yang bergerak di ekosistem film, animasi, teknologi audiovisual, pendidikan, hingga produksi hadir berdampingan.

Format ini membuat JAFF Market tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga ruang eksperimen untuk mencari bentuk kolaborasi baru. Banyak peserta menyebut bahwa interaksi yang terjadi terasa organik, seolah berada di “dapur besar” tempat ide diolah tanpa batasan.

JAFF Market menunjukkan bagaimana sebuah festival tidak berhenti pada pemutaran film. Ia bisa berkembang menjadi ruang industri yang hidup dan relevan. Dengan mengumpulkan semua bahan dasar perfilman di satu tempat, JAFF Market membantu memperkuat fondasi agar ekosistem film Indonesia dan Asia Tenggara terus bergerak maju.

Jika Lamia dalam The President’s Cake butuh dapur untuk meramu kue sempurnanya, JAFF Market adalah dapur tempat perfilman kawasan ini meracik masa depannya. Dan jelas, semua orang tampak setuju untuk memberi mereka ruang agar bisa terus memasak.

(Sultan Jody Akbar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....