Olahraga Layangan Kian Diminati Warga Sulawesi Utara

  • 11 Sep 2025 14:14 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Di tengah dominasi gadget dan digitalisasi, olahraga tradisional seperti layangan atau falingir ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Sulawesi Utara. Bahkan, menurut Ketua Pengurus Provinsi Sulut Persatuan Layangan Aduan Seluruh Indonesia (Perlasi), Oldri O. Pantas, tren bermain layangan kini justru mengalami peningkatan.

“Kalau untuk saat ini, justru penghobi layangan atau falingir di Sulut Utara ini bertambah. Yang sebelumnya hanya di beberapa daerah, sekarang hampir semua wilayah ramai bermain layangan,” ujar Oldri saat diwawancarai, Rabu (10/9/2025).

Oldri menyebutkan, geliat olahraga layangan sangat terasa di sejumlah wilayah seperti Tondano, Koya, serta beberapa titik di Kota Manado. Beberapa tempat bahkan menjadi viral karena aktivitas layangan yang aktif setiap hari, bukan hanya saat ada turnamen.

“Kalau di Nado itu selain lomba atau turnamen, ada juga yang main harian. Misalnya di Kubur Teling dan yang baru-baru ini, di jembatan Boulevard II dekat Pelelangan. Walaupun tempatnya tidak terlalu strategis, antusias masyarakat tetap tinggi,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi sinyal positif untuk pelestarian olahraga tradisional. Perlasi Provinsi Sulut pun siap mendorong kegiatan-kegiatan yang memperkuat identitas budaya dan mempererat hubungan sosial melalui turnamen maupun komunitas pecinta layangan.

Gairah masyarakat terhadap layangan bukan hanya mencerminkan nostalgia masa kecil, tapi juga bentuk resistensi terhadap arus budaya luar. Di tengah berbagai tantangan modern, falingir menjadi simbol semangat kolektif yang terus terjaga.

(Fika Hamzah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....